Aku tersontak mendengar ucapannya sepersekian detik yang
lalu.Seperti ada petir yang menyambarku,kini aku hanya bisa terdiam namun aku
memberanikan diriku menatap matanya.Aku berusaha menemukan sosok penopangku
pada cowo yang belakangan ini aku sebut annoying
karna setiap kali bertemu dia kesialan selalu menimpaku.
Ku tatap matanya dalam-dalam,ternyata memang mata itu yang
dulu selalu memberi sinar untuk hidupku,aku menurunkan sedikit
pandanganku,hidungnya...hidung yang selalu aku tarik saat aku kesal dengannya.Pipi
merah itu,pipi yang selalu kucubit setiap kali kita bertemu.Tangan ini,tangan
yang selalu menghapus air mataku dulu.Dan bahu ini,bahu yang selalu jadi
sandaranku ketika aku bersedih dan tak tau kemana harus mencari
ketenangan.Tuhan,mungkinkah semua ini nyata?Benarkah kali ini tuhan menjawab
doaku dan memerintahkan takdir mempertemukan aku dan dia lagi?
"siapa
kamu?" Air mata kini mulai tak
terbendung lagi,sedikit demi sedikit dia meluncur mulus dipipiku.Aku berusaha
menghapusnya tapi tangannya menghalangi.
"biarkan air
mata itu jatuh,aku yang akan selalu menghapusnya untuk kamu Ren"
Mendengar ucapannya itu petir seakan menyambarku lagi.Aku
terdiam,jutaan memory kembali merasuk kedalam otakku.Masih terekam jelas dalam
ingatanku,Hari itu aku dan dia bermain ditaman,dia mengajariku bermain
sepeda,lebih tepatnya dia memaksaku untuk belajar sepeda.Dia yakin aku bisa dan
dia memang benar aku bisa tapi sesaat kemudian aku terjatuh dia segera berlari
kearahku dengan wajahnya yang panik.Aku menangis meratapi lututku yang berdarah
dan dia dengan sigap mengambil sapu tangannya dan mengikatnya di lututku.Aku
berusaha meredam tangisku tapi dia bilang
"jangan tahan
dia keluar,biarkan air mata itu jatuh,akan ada aku yang akan selalu
menghapusnya untuk kamu".
Semua ini seperti dejavu
untukku.Dan kini hatiku benar-benar yakin kamu adalah dia.
"jangan paksa
otak kamu mengingat semuanya ren"
Suaranya lagi-lagi-lagi dan lagi membuyarkan lamunanku.Aku tak sadar kalau dari
tadi aku menatap matanya dengan air mata yang berlinang.
"Siapa
kamu?kenapa kamu mirip dengannya?".Kali
ini aku tak ingin jadi pecundang,hari ini juga aku harus tau siapa dia
sebenarnya.Aku tak ingin menduga-duga lagi!semua sudah cukup!tak perlu esok
untuk mengetahui siapa dia yang sebenarnya,detik ini juga dia sudah ada di
depanku dan yang harus aku lakukan adalah mengetahui kebenarannya dari mulutnya
langsung.
Dia menyambut pertanyaanku dengan pelukan.Pelukan hangat
sama seperti yang pernah aku rasakan dulu.
"Kamu tau
siapa aku Ren,you know me so well,very well.sekarang,apa kamu merasakan
ketenangan seperti yang kamu rasakan dulu?" Ucapannya benar-benar meyakinkanku kalau dia adalah orang
yang lima tahun ini aku cari.
"Kamu
adit,kamu adit sirambut jabrik annoying yang selalu membuat aku tersenyum,yang
selalu membuat aku bangun pagi sekalipun itu hari libur,kamu adit yang sering
mengajakku ketaman bunga dan mengoncengku dengan sepeda milikmu hadiah ulang
tahun dari ayahku.kamu aditku"
Tangiskupun pecah saat itu juga,aku tidak bisa lagi
membendungnya.Air mataku,mereka benar-benar memaksa untuk keluar.Aku masih
berada dalam pelukan hangatnya dan kini aku semakin erat memeluknya,aku tak
ingin lagi berpisah darinya.Sesekali kurasakan dia mencium keningku,aku tau dia
bersyukur karna takdir telah menemukan kami berdua kembali,begitupun dengan
aku.Kali ini aku ingin berdamai dengan takdir&sang waktu.
"Aku kangen kamu
Ren,aku gak nyangka kita bisa ketemu lagi disini dan dengan kejadian yang kayak
gini."Adit kini membuka pembicaraan,dia mulai bisa menstabilkan
dirinya.Tapi aku belum,aku masih sangat syok,aku
semakin mengeratkan pelukanku.Sejak 5 tahun lalu aku benar-benar merindukan
pelukan ini.Peluk hangat yang bisa dengan seketika menghilangkan segala
kegelisahanku.Adit sejak dulu adalah malaikat pelindungku,malaikat penjagaku.
"Maaf dulu
jika aku pergi tanpa pamit,aku benar-benar tidak tahu harus mencari kamu dimana
saat itu,terlebih karna desakan mama dan papaku,maaf"
Entah sudah berapa banyak bulir-bulir air mata yang sudah
aku jatuhkan di baju adit.Aku sendiri tidak sadar sudah berapa lama kami dalam
posisi seperti ini.saling berpelukan dan tak berniat untuk melepaskannya.
"Apa kamu marah
padaku saat itu dit?" Aku kembali memberanikan diriku untuk menatap
matanya.
"Jujur saja
saat itu aku marah Ren,aku gelisah setiap malam.Aku selalu menunggumu
kembali.Setiap hari sebelum berangkat ke kampus aku selalu meletakkan satu
tangkai mawar di depan rumahmu,harapanku saat aku pulang,aku melihatnya tidak
ada lagi di tempat lalu kembali kerumah dan melihatmu ada di sana dengan satu
tangkai mawar yang tadi aku letakkan,tapi itu tak pernah terjadi
Ren,berbulan-bulan bahakan bertahun tahun.Dalam amarahku padamu aku tetap
mengharapkan kamu kembali Ren." Adit
mengungkapkan semua kesedihannya saat aku tinggalkan dulu.Sesekali dia
menghapus air mata yang ada di pelupuk matanya.Aku tau adit tidak mau terlihat
lemah dihadapanku,Dia selalu ingin aku melihatnya sebagai pelindung&penjaga
yang kuat untukku.
"Aku bisa ada
disini karna Pro budi memintaku menemuimu,dokter budi malaikat untuk kita
ren" Lanjutnya dengan senyum lalu
memelukku lagi.
"Eiya
ren,kamu ko sekarang bisa kurus sih?kemana pipi Renandha yasinta yang
ngegemesin itu?Tapi kamu tetep ya jadi cerewet dan cengeng hahahahahaha" Ledeknya seraya menggelitik perutku.
Kini aku tau,sekuat apapun manusia menolak/mengulur
takdirnya terjadi tapi sang wakut dan takdir akan terus bekerja sama untuk
melakukan tugas mereka.Sang takdir akan selalu menjalakan apa yang sudah Tuhan
perintahkan.
Dan kini aku senang karna sang waktu&takdir
mempertemukan kami berdua kembali.Walau kami tak tau apa yang akan kami hadapi
di depan nanti,tapi dengan cinta kami akan terus bersama.Tak perduli akan ada
takdir baik/buruk yang akan kami temui di depan nanti.kami akan terus berusaha
bertahan.
Dan perlu kalian tau,mulailah sebuah hubungan dengan
persahabatan..........
Tidak ada komentar:
Posting Komentar