Senin, 15 Juli 2013

terimakasih takdir & sang waktu pt.1

Sejak takdir membawamu kembali padaku aku merasa semuanya berubah.Entah apa yang akiu rasa kadang aku pun tak mengerti dan sulit untuk mengartikan semuanya.
Saat itu 20 april 20120 saat awal pertemuan kita, 1 hari setelah ulang tahunku.
Saat takdir membawaku bertemu dengan laki-laki sebawel dan se-annoying kamu.

          Kita keluar dari tempat ibadah yang berbeda,yang kebetulan tempat itu bersebelahan.5 tahun aku berdoa dan berusaha berkomunikasi dengan tuhan ditempat ini tidak pernah aku melihat kamu keluar dari gereja itu sekalipun,tapi hari ini mungkin saatnya takdir mempertemukan kita.

Aku berjalan menuruni tanggan dan berniat untuk makan ketoprak favoritku di pinggir jalan sana.Namun,baru keluar dari pintu gerbang tiba-tiba "bukkkkkkkkkk" aku merasakan seseorang menabrakku.
"kamu ya!kalo jalan tuh pake mata dong!untung aku tuh gak jatoh ditabrak badan gede kamu itu!" ucapku nyerocos tak henti sambil membenarkan rambutku.
"hello nona kecil!dimana-mana jalan tuh pake kaki,gak ada orang yang jalan pake mata!gimana sih kamu ini?! " ucapnya yang kali ini justru balik memarahiku.
"ihh dasar cowo annoying!udah salah bukannya minta maaf malah balik marah-marahin aku.heh aku ini korban!!ah udah ah makin laper ngomong sama orang kaya kamu!"
"hih yaudah sana pergi siapa juga yang pengen lama-lama ngobrol atau debat sama cewe sebawel kamu" ucap laki-laki itu lalu pergi duluan meninggalkan aku.Aku hanya bisa terpaku pada tempatku berdiri saat ini,menggerutu dan mengepalkan tanganku berharap kalau aku bisa meninju wajahnya sampai biru,kali ini aku benar-benar kesal.
                                           ****
"ayah,ibuuu,aku pulang" ucapku seraya menghepaskan badanku diatas sofa favoritku,sofa yang empuk dan cocok sekali dengan badanku ini. "loh,ini orang-orang kok gak ada yang nyaut sih! mah,pah,aku pulang nih,kalian dimana ya?"
 sekali lagi aku memanggil-manggil mereka tapi tetap tidak ada jawaban,aku berkeliling rumah da ternyata mereka ada di kolam renang.
Didalam rumah besar ini aku memang hanya tinggal ber-6 dengan keluargaku.
aku,mama,papa dan adikku kumala,bi ijah dan pak naras.Hari ini mungkin kumala ada les biola jadi dia tidak ada dirumah.Bi ijah dan pak naras mungkin sedang sibuk dengan pekerjaannya sehingga tidak mendengar aku pulang tadi.

"mah,pah aku cariin dari tadi gak taunya ada disini" aku menyapa mereka seraya mengecup ke dua pipi mereka.Sejak 5 tahun setelah perkara itu terjadi akhirnyaa keluargaku bisa utuh kembali.
"kalo di seluruh antero rumah ini mama sama papa gak ada ya pasti mama sama papa disini sayang!" ucap mama seraya membelai hangat rambutku.
"oiya nak,gimana?siapa yang mengisi acara ceramah hari ini?"lanjut papa,menyambar cepat akhir ucapan mama tadi.
"hari ini sama seperti minggu kemarin pah!masih ustadz basopi.Aku ke kamar dulu yah ganti baju terus mau tidur ngantuk banget nih"

aku bangkit dari posisi jongkok ku lalu segera lari ke kamar ku yang berada di lantai 2.ku dengar suara mamaku yang mengingatiku agar hati-hati samar-samar.
Aku membuka pintu lalu segera menjatuhkkan diri diatas ranjang empuk dalam kerajaanku.Aku menghela nafas panjang seraya menatap langit-langit kamarku,sejenak memejamkan mata berharap menemukan bayangannya dalam benakku.
Sudah 5 tahun sejak hari itu aku tak pernah lagi melihat dia.Kepindahanku yang juga mendadak membuat kita tak sempat bertukar nomer telfon untuk berkomunikasi,entah kemana lagi aku harus mencarinya.Ku dengar dari teman-temanku sekarang dia tinggal dikota yang sama denganku,setiap hari aku berdoa meminta pada tuhan agar takdir mempertemukanku dengannya,namun 5 tahun sepertinya belum cukup untuk tuhan meng-iyakan doa-doaku,mungkin menurutnya aku belum bersungguh-sungguh.Entah kapan takdir akan membawanya kembali padaku.
Tiba-tiba bayangan 5 tahun lalu itu berganti dengan kejadian 1 jam yang lalu,saat aku keluar dari masjid dan bertemu cowok annoying yang entah dari planet mana ia berasal.Aku mengingat saat dia membentakku dan wajah sok tidak bersalahnya itu,sungguh menyebalkan.
"ih kenapa jadi cowok annoying itu sih?eh tapi kenapa aku kayak gak asing ya sama wajah orientalnya itu?aku kaya sering liat dia,but where?"Aku berusaha memutar balikan laju otakku,berharap menemukan dia dikisah lampauku dulu.tapi tak ada hasilnya.
"Ah mungkin wajahnya aja yang memang pasaran,kenapa aku harus memikirkannya?tidak mungkin dia ada dalam masa laluku dulu.lagian mana mungkin aku bisa melupakan orang yang ada dalam masa laluku,ingatanku kan masih sangat bagus,cowok itu memang aneh."
Aku masih saja menggerutu soal cowo annoying itu,semoga aku tidak bertemu dia lagi dimasa depanku.......
Aku bangkit dari tempat tidurku,mengambil pakaian dari lemari lalu menuju ke toilet.For a while,aku keluar dan berjalan kearah cermin,merapihkan baju dan rambutku sekali lagi.Ah aku memang kelihatan cantik dengan rambut pirang dan mata biruku ini"hiihihihi" aku tertawa kecil lalu sedikit menghembuskan nafas perlahan,

"5 tahun berlalu,kapan kita akan bertemu?sayang kan cewe cantik kaya aku gini belum punya pasangan juga" memang selalu ini yang kulakukan kala keputus asaan melanda diriku,berbicara dengan cermin.Ah entahlah,aku berserah pada takdir.Biarkan dia menjalani tugasnya dengan baik dalam hidupku.

 ********
Hari berganti,aku semakin menyadari waktu tak pernah lelah untuk terus berputar,dia bahkan tak pernah sekalipun berhenti.Mungkin ini adalah tugasnya terus berputar tanpa lelah dan selalu membuat manusia berwaspada.
"Trink..trinkk...trinkk..." jam weker berbunyi,suaranya seakan memaksaku untuk benar-benar bangun di pagi hari ini.
"tok...tok...tok". Aku mendengar suara seseorang memanggil-manggil namaku.
"Renandha yasinta,ayo bangun!sudah jam berapa ini nak?ren ayo bangun".
"iya ma,ini Rena sudah bangun kok"
Huh,sudah kuduga pasti itu mama.Berbeda dengan 5 tahun yang lalu ketika dia masih ada,Sebelum dia berangkat kesekolah setiap pagi dia pasti selalu membangunkanku.Baru kusadari jam weker disebelahku masih terus saja berbunyi,aku segera mematikannya dan bergegas untuk mandi.Aku bukanlah tipe gadis yang senang menghabiskan waktu berlama-lama dikamar mandi,bagiku cukup dalam 15 menit aku sudah menjadi wangi,bersih,dan kembali cantik walaupun pada dasarnya aku ini memang anak yang cantik hihihihi.15 menit kemudian aku sudah siap untuk mengawali semua aktifitasku pagi ini,tak lupa juga aku berdoa pada tuhan agar dia memberkahi dan melancarkan semua urusanku hari ini.
Ini masih pukul 09.00 tapi aku sudah harus segera berangkat ke kampus karna 30 menit lagi aku harus bertemu dengan dosen pembimbingku.Yap,tahun ini memanglah tahun terakhirku menjabat sebagai anak kampus.Tahun depan aku sudah benar-benar siap untuk memulai hidupku yang sesungguhnya.
Aku keluar dari kamar dan segera berlari menuruni tangga,menghampiri mamaku yang sedang asyik membaca majalah di ruang tamu.
"sepi banget ma,papa sama kumala udah berangkat dari tadi yah?" ucapku seraya memeluk mama dari belakang dan mengecup pipinya yang halus.
"yaiyalah sayang!ini sudah jam berapa tuh lihat"
"oiya,yaudah aku berangkat ya ma,takut telat nih!see u soon ma"
Aku lantas berlari keluar dan segera masuk ke dalam mobil yang sebelumnya sudah dipanaskan terlebih dahulu oleh supir kesayangan keluargaku.Tak berapa lama kemudian bi ijah pembantuku membukakan pintu gerbang dan aku segera melesat membelah jalanan pagi itu.Panas dan macet lah yang saat ini menjadi musuh bersarku sejak aku tinggal di Jakarta.Entahlah,aku lebih suka kotaku yang dulu,jauh dari keramaian,tak ada kebisingan kendaraan,udaranya masih sejuk dan asri dan tentunya juga akan selalu ada dia.
Tepat pukul 09.20 aku sudah sampai di kampusku.Tanpa membuang-buang waktu aku langsung berjalan menuju ruangan dosen pembimbingku,aku memang tidak terlalu suka berada dikampus.jujur,aku tidak suka keramaian mungkin karna rasanya akan sama,aku akan tetap merasa sepi.
Kini aku telah duduk manis di ruangan dosen pembimbingku,aku melirik-lirik sedikit ke isi ruangan ini.Ruangan yang cukup luas jika hanya untuk dosen dan satu asistennya.Ku lihat beberapa piagam milik beliau yang terpampang di dinding,Juga dimejanya kulihat ada fotonya bersama orang nomor satu di negri ini tentu dengan wakilnya juga.Aku tau beliau pasti sangat bangga pada dirinya.Seperti aku yang juga memajang beberapa fotoku dengan artis-artis idolaku dan juga fotoku bersama patung-patung lilin orang ternama di madame tussauds newyork saat liburanku tahun lalu bersama keluargaku.Memang ada kebanggan tersendiri jika melihatnya.
Sesekali aku melihat ke arah jam berwarna biru yang melilit apik ditanganku.ini sudah puku 09.45.Tidak biasanya Prof  telat jika diajak berdiskusi,biasanya malah beliau yang menungguku.Tapi aku tetap menunggu,mungkin beliau sedang ada kepentingan yang lebih urgent sehingga harus ditanganinya sampai selesai.Sudahlah aku lebih baik bersabar apa salahnya menunggu jika akan mendapat hasil yang indah?.
"Maaf saya telat,maaf sekali lagi."
Lamunanku terbuyarkan oleh suara ini,suara yang jelas-jelas bukan milik Prof Budi.
"Elo?!!"
Betapa kagetnya aku melihat sosok yang ada di depanku saat ini yang sama kagetnya denganku ketika kami bertatap muka.Kedua bola mata kamu bertatapan sepersekian detik,kami berdua sama-sama terdiam terhanyut dalam pikiran milik masing-masing.

*men prolog*
"ya tuhan,jadi gadis ini renanda?kenapa aku tidak mengenalinya saat pertama kali kita berdua dipertemukan kembali oleh takdir 2 hari yang lalu?dia sangat berubah.Hanya saja,mata ini.mata ini memang milik renandhaku."

"hellow,kamu kenapa diem?Woy!!" beberapa kali tanganku melambai-lambai di depannya tapi dia tetap pada diamnya,ada apa sebenarnya dengan manusia ini?sedang apa dia disini?apa mungkin dia anak Prof Budi?ah tapi seingatku anak Prof Budi hanya satu,dan dia perempuan.
"awwwwww......" Tepat sesaat setelah cubitanku melayang di pipinya dia tersadar dari lamunannya,huh syukurlah,aku kira dia mati berdiri setelah melihatku tadi.Tunggu!memangnya aku semenakutkan itu apa?sehingga orang yang melihatku bisa kaget sampai mati?lagiankan ini pertemuan kedua kami.

"sakit tau!" ucapnya galak.
"Ya lagian,dari tadi di tungguin ngomong gak ngomong-ngomong.Kenapa ngeliat aku sekaget itu?hah?!"
"kamu Renandha yasinta?" Tanyanya dengan ragu.
"iya,aku Renandha yasinya.Aku disini karna ada janji sama Prof Budi.Kamu siapa?oh jangan-jangan mahasiswa juga ya?mau diskusi juga ya?eh enak aja aku dulu!aku udah nunggu hampir satu jam loh,awas kalo berani nyerobot,aku kasih ini nih!!" Ucapku dengan jutek dan menunjukan kepalan tanganku di depan wajahnya yang akan ku berikan kalau dia benar-benar mau menyerobot untuk berdiskusi dengan Prof Budi.

*Men Prolog*
"Ya tuhan jadi dia benar-benar Renandhaku yang 5 tahun lalu meninggalkanku.Rasa ingin memeluknya begitu besar,apa dia benar-benar tidak mengenaliku?Tapi aku harus bersabar,aku masih dalam Tugasku.Apa nanti menurutnya kalau aku tiba-tiba memeluknya?dia pasti bingung dan akan berteriak,Tahan Dit,tahan!"

"Kamu kenapasih?dari tadi ditanya malah bengong-bengong mending aku pergi deh aku bikin janji lain aja sama Prof Budi.Permisi.........."
"sial bgt aku kenapa harus ketemu cowo annoying ini lagi sih?"Batinku berucap.
Aku berjalan ke pintu keluar tapi kemudian tangannya mencegahku.
"Tunggu sebentar,kamu gak pernah denger ya kalo dosen itu punya asisstant?bawel deh,main ngejudge orang sembarangan aja,oh aku tau sih aku ini keliatan masih muda dan masih gantengnya wajar kalo kamu bilang aku kaya maha siswa!Prof Budi menyuruhku untuk menemui kamu karna beliau ada rapat dadakan di Bandung dengan para Dosen yang lain"
Ucapannya menghentikan langkahku,kini aku menudur dua langkah mendekatinya.Memang benar sih dia tampan,dan kelihatannya juga masih seumuranku,mungkin lebih tua 2 tahun.Tunggu!apa tadi dia memanggilku bawel?!.Aku melirik kearah pergelangan tanganku yang sedari tadi di genggamnya seakan tau maksudku dia langsung melepasnya.
"Heh yang pertama!aku tau ya Prof Budi itu punya asistant dan aku kenal baik ko dan kamu gak usah ngaku!kedua,gak usah sok ganteng deh aku geli liat cowo kayak gitu.Ketiga,aku gak suka ada org yang megang tanganku!ngerti?permisi!"Aku lantas pergi meninggalkannya namun lagi-lagi terhenti karna suaranya,suaranya begitu menggetarkan hatiku,suaranya mirip dengan suara dia.
"Renandha!nih liat berkas-berkas yang aku bawa!ini dari Prof Budi semua.Asistannya yang lama mengundurkan diri dan aku yang menggantikannya sejak 4 hari yang lalu.kamu bisa gak sih gak ngejudge yang aneh-aneh dulu?kamu tuh mikir terlalu jauh tau gak"
"Oke aku percaya.tapi tunggu,satu lagi pertanyaanku.Apa tadi kamu bilang Prof Budi ke Bandung?"
"iya Bandung,ada apa dengan Bandung?"
Entah kenapa mendengar kata-kata bandung batinku menggidik nyeri,Seingatku di kota itulah tersimpan banyak kenangan antara aku dan dia.
"Loh kok malah jadi kamu yang bengong,ayo duduk!" Lagi-lagi suarannya membuatku tersadar dari lamunanku.Kini aku dan dia duduk berhadapan,hanya meja yang menjadi pembatas.Tapi aku merasakan lututku dan lututnya bersentuhan.Entah perasaan apa ini,tapi aku merasa nyaman.Belum ada diantara kami yang membuka pecakapan,aku masih tenggelam dalam pikiran-pikiranku dan begitupun dengan dia.Sesekali mata kami bertemu dan aku seakan mengalami dejavu kejadian beberapa tahun yang lalu.
Aku seperti merasakan ada "dia" di depanku saat ini.Atau mungkin.........
"Jadi Ren,kamu mau membahas apa di skripsi akhir kamu ini?" Pertanyaannya seakan membuyarkan semua lamunanku yang berusaha mereka-reka sesuatu dalam gelapnya khayalku.
"Ren,kamu denger aku kan?"
"oh iyaiya denger kok,maaf ya aku melamun" Aku tertunduk lesu,semangat ku terasa hilang karna terhanyut oleh kenangan itu lagi,belum lagi aku sibuk mereka-reka kalau laki-laki yang ada di depanku saat ini adalah "dia" aku semakin tak tau arahnya hati ini.
"ada masalah?mau cerita dulu?aku siap dengerin kok". Kini kami semakin dekat,dia menggeserkan kursinya menjadi di dekatku,wajahnya juga sudah mulai mendekat.Aku semakin gugup,haruskah aku menceritakannya?
"Ren,gabaik kalo dipendem sendiri.Ceritain aja!" Dia benar,rasanya akan lebih mudah kalau aku membaginya dengan orang lain,mungkin jika dia menunjukan identitasnya padaku,aku akan tau kebenarannya.Tapi........
"eh iya,maa ya aku kayanya gak bisa untuk mulai diskusi hari ini,aku pergi duluan ya.Permisi". Aku benar-benar payah!menanyakan hal sesepele itu saja tidak bisa,padahal kan tinggal tanya namanya saja.Dia aja tau namaku,masa aku enggak!Tapi gak perduli deh,lain kali aja aku tanya ini ke ProfBudi,aku benar-benar tidak ingin ketemu dengan laki-laki ini lagi.Aku membereskan beberapa kertas dimeja itu lalu bangkit dan bergegas untuk keluar.Hati dan otakku mungkin memang sedang tidak satu jalan hari ini,Payah!
"Tunggu Nan,inget gelang ini?" Aku berbalik dan melihatnya yang kini berdiri di depanku.Aku mengarahkan mataku pada lengannya.Gelang itu.....
Seakan terbawa ke memory masa lalu,aku ingat saat "Dia"memberikan gelang itu padaku.Gelang yang dibuatnya sendiri,Gelang yang berwarna favorit kami.Merah dan abu-abu.Gelang itu memang terbilang biasa atau bahkan sangat biasa tapi bagiku dan dia itu adalah gelang pengikat kami.
Yang aku ingat saat itu aku sedang bersedih karna melihat orang tuaku bertengkar,aku duduk di danau dekat rumahku lalu kemudian dia datang dan menghiburku,saat itu usiaku 7 tahun dan dia 9 tahun.Dia bagai pelangi di setiap hujanku,dia selalu bisa membuat senyum dibibirku setelah air mata itu turun,dia selalu bisa membuat pandanganku menjadi kembali berwarna saat semuanya sudah terasa abu-abu.Dia malaikat penolongku dan penopangku kala itu.Ibarat orang yang hanya mempunyai satu kaki tongkat lah yang menjadi penopangnya sama seperti aku,saat aku mulai rapuh dialah yang selalu mengutuhkanku.Sekarang keyakinanku bahwa laki-laki ini adalah "dia" mulai semakin bertambah.
"Dari mana kamu punya gelang ini?kamu kenapa bisa punya gelang yang sama kaya yang aku pake ini?oh aku tau ini pasti cuma kebetulan kan?pasti banyak orang di luar sana yang punya gelang ini." Aku berpaling dari hadapannya,aku benar-benar-belum siap bertemu dengan dia dalam keadaan yang seperti ini.Kini aku harus berperang dengan air mataku yang saat itu memaksa untuk keluar,keringatku mulai turun.Hatiku seperti bom waktu yang saat ini juga terasa akan meledak.Nafasku sesak,aku tak bisa mengontrol diriku saat ini.Saat aku ingin melangkah pergi lagi dan lagi dia menghalangiku,kini tangannya menggenggam tanganku dengan erat.aku bisa mengerti kalau dia benar-benar tak inginkan aku pergi.
"Setelah 5 tahun lalu sudah pergi tanpa pamit kali ini kamu juga ingin pergi lagi?!!" 
to be continued........... 















Tidak ada komentar:

Posting Komentar

somemtime in life if you wanna do something good, you got a do something bad first

welcome in my blog♕