Sejak takdir membawamu
kembali padaku aku merasa semuanya berubah.Entah apa yang akiu rasa kadang aku
pun tak mengerti dan sulit untuk mengartikan semuanya.
Saat itu 20 april 20120 saat awal pertemuan kita, 1 hari setelah
ulang tahunku.
Saat takdir membawaku bertemu dengan laki-laki sebawel dan se-annoying kamu.
Kita
keluar dari tempat ibadah yang berbeda,yang kebetulan tempat itu bersebelahan.5
tahun aku berdoa dan berusaha berkomunikasi dengan tuhan ditempat ini tidak
pernah aku melihat kamu keluar dari gereja itu sekalipun,tapi hari ini mungkin
saatnya takdir mempertemukan kita.
Aku berjalan menuruni
tanggan dan berniat untuk makan ketoprak favoritku di pinggir jalan
sana.Namun,baru keluar dari pintu gerbang tiba-tiba "bukkkkkkkkkk" aku
merasakan seseorang menabrakku.
"kamu ya!kalo jalan
tuh pake mata dong!untung aku tuh gak jatoh ditabrak badan gede kamu itu!" ucapku
nyerocos tak henti sambil membenarkan rambutku.
"hello nona
kecil!dimana-mana jalan tuh pake kaki,gak ada orang yang jalan pake mata!gimana
sih kamu ini?! " ucapnya yang kali ini
justru balik memarahiku.
"ihh dasar cowo
annoying!udah salah bukannya minta maaf malah balik marah-marahin aku.heh aku
ini korban!!ah udah ah makin laper ngomong sama orang kaya kamu!"
"hih yaudah sana
pergi siapa juga yang pengen lama-lama ngobrol atau debat sama cewe sebawel
kamu" ucap laki-laki itu lalu pergi duluan meninggalkan aku.Aku hanya
bisa terpaku pada tempatku berdiri saat ini,menggerutu dan mengepalkan tanganku
berharap kalau aku bisa meninju wajahnya sampai biru,kali ini aku benar-benar
kesal.
****
"ayah,ibuuu,aku
pulang" ucapku seraya menghepaskan badanku diatas sofa favoritku,sofa
yang empuk dan cocok sekali dengan badanku ini. "loh,ini
orang-orang kok gak ada yang nyaut sih! mah,pah,aku pulang nih,kalian dimana
ya?"
sekali lagi aku
memanggil-manggil mereka tapi tetap tidak ada jawaban,aku berkeliling rumah da
ternyata mereka ada di kolam renang.
Didalam rumah besar ini
aku memang hanya tinggal ber-6 dengan keluargaku.
aku,mama,papa dan adikku kumala,bi ijah dan pak naras.Hari ini
mungkin kumala ada les biola jadi dia tidak ada dirumah.Bi ijah dan pak naras
mungkin sedang sibuk dengan pekerjaannya sehingga tidak mendengar aku pulang
tadi.
"mah,pah aku cariin dari tadi gak taunya ada disini" aku
menyapa mereka seraya mengecup ke dua pipi mereka.Sejak 5 tahun setelah perkara
itu terjadi akhirnyaa keluargaku bisa utuh kembali.
"kalo di seluruh
antero rumah ini mama sama papa gak ada ya pasti mama sama papa disini
sayang!" ucap mama seraya membelai hangat rambutku.
"oiya
nak,gimana?siapa yang mengisi acara ceramah hari ini?"lanjut
papa,menyambar cepat akhir ucapan mama tadi.
"hari ini sama
seperti minggu kemarin pah!masih ustadz basopi.Aku ke kamar dulu yah ganti baju
terus mau tidur ngantuk banget nih"
aku bangkit dari posisi
jongkok ku lalu segera lari ke kamar ku yang berada di lantai 2.ku dengar suara
mamaku yang mengingatiku agar hati-hati samar-samar.
Aku membuka pintu lalu segera menjatuhkkan diri diatas ranjang
empuk dalam kerajaanku.Aku menghela nafas panjang seraya menatap langit-langit
kamarku,sejenak memejamkan mata berharap menemukan bayangannya dalam benakku.
Sudah 5 tahun sejak hari
itu aku tak pernah lagi melihat dia.Kepindahanku yang juga mendadak
membuat kita tak sempat bertukar nomer telfon untuk berkomunikasi,entah kemana
lagi aku harus mencarinya.Ku dengar dari teman-temanku sekarang dia tinggal
dikota yang sama denganku,setiap hari aku berdoa meminta pada tuhan agar takdir
mempertemukanku dengannya,namun 5 tahun sepertinya belum cukup untuk tuhan
meng-iyakan doa-doaku,mungkin menurutnya aku belum bersungguh-sungguh.Entah
kapan takdir akan membawanya kembali padaku.
Tiba-tiba bayangan 5
tahun lalu itu berganti dengan kejadian 1 jam yang lalu,saat aku keluar dari
masjid dan bertemu cowok annoying yang entah dari planet mana
ia berasal.Aku mengingat saat dia membentakku dan wajah sok tidak bersalahnya
itu,sungguh menyebalkan.
"ih kenapa jadi
cowok annoying itu sih?eh tapi kenapa aku kayak gak asing ya sama wajah
orientalnya itu?aku kaya sering liat dia,but where?"Aku
berusaha memutar balikan laju otakku,berharap menemukan dia dikisah lampauku
dulu.tapi tak ada hasilnya.
"Ah mungkin wajahnya
aja yang memang pasaran,kenapa aku harus memikirkannya?tidak mungkin dia ada
dalam masa laluku dulu.lagian mana mungkin aku bisa melupakan orang yang ada
dalam masa laluku,ingatanku kan masih sangat bagus,cowok itu memang aneh."
Aku masih saja menggerutu
soal cowo annoying itu,semoga aku tidak bertemu dia lagi
dimasa depanku.......
Aku bangkit dari tempat tidurku,mengambil pakaian dari lemari
lalu menuju ke toilet.For a while,aku keluar dan berjalan kearah
cermin,merapihkan baju dan rambutku sekali lagi.Ah aku memang kelihatan cantik
dengan rambut pirang dan mata biruku ini"hiihihihi" aku
tertawa kecil lalu sedikit menghembuskan nafas perlahan,
"5 tahun
berlalu,kapan kita akan bertemu?sayang kan cewe cantik kaya aku gini belum
punya pasangan juga" memang selalu ini
yang kulakukan kala keputus asaan melanda diriku,berbicara dengan cermin.Ah
entahlah,aku berserah pada takdir.Biarkan dia menjalani tugasnya dengan baik
dalam hidupku.
********
Hari berganti,aku semakin
menyadari waktu tak pernah lelah untuk terus berputar,dia bahkan tak pernah
sekalipun berhenti.Mungkin ini adalah tugasnya terus berputar tanpa lelah dan
selalu membuat manusia berwaspada.
"Trink..trinkk...trinkk..." jam
weker berbunyi,suaranya seakan memaksaku untuk benar-benar bangun di pagi hari
ini.
"tok...tok...tok". Aku
mendengar suara seseorang memanggil-manggil namaku.
"Renandha
yasinta,ayo bangun!sudah jam berapa ini nak?ren ayo bangun".
"iya ma,ini Rena
sudah bangun kok"
Huh,sudah kuduga pasti
itu mama.Berbeda dengan 5 tahun yang lalu ketika dia masih ada,Sebelum dia
berangkat kesekolah setiap pagi dia pasti selalu membangunkanku.Baru kusadari
jam weker disebelahku masih terus saja berbunyi,aku segera mematikannya dan
bergegas untuk mandi.Aku bukanlah tipe gadis yang senang menghabiskan waktu
berlama-lama dikamar mandi,bagiku cukup dalam 15 menit aku sudah menjadi
wangi,bersih,dan kembali cantik walaupun pada dasarnya aku ini memang anak yang
cantik hihihihi.15 menit kemudian aku sudah siap untuk mengawali semua aktifitasku
pagi ini,tak lupa juga aku berdoa pada tuhan agar dia memberkahi dan
melancarkan semua urusanku hari ini.
Ini masih pukul 09.00
tapi aku sudah harus segera berangkat ke kampus karna 30 menit lagi aku harus
bertemu dengan dosen pembimbingku.Yap,tahun ini memanglah tahun terakhirku
menjabat sebagai anak kampus.Tahun depan aku sudah benar-benar siap untuk
memulai hidupku yang sesungguhnya.
Aku keluar dari kamar dan
segera berlari menuruni tangga,menghampiri mamaku yang sedang asyik membaca
majalah di ruang tamu.
"sepi banget ma,papa
sama kumala udah berangkat dari tadi yah?" ucapku
seraya memeluk mama dari belakang dan mengecup pipinya yang halus.
"yaiyalah sayang!ini
sudah jam berapa tuh lihat"
"oiya,yaudah aku
berangkat ya ma,takut telat nih!see u soon ma"
Aku lantas berlari keluar
dan segera masuk ke dalam mobil yang sebelumnya sudah dipanaskan terlebih
dahulu oleh supir kesayangan keluargaku.Tak berapa lama kemudian bi ijah
pembantuku membukakan pintu gerbang dan aku segera melesat membelah jalanan pagi
itu.Panas dan macet lah yang saat ini menjadi musuh bersarku sejak aku tinggal
di Jakarta.Entahlah,aku lebih suka kotaku yang dulu,jauh dari keramaian,tak ada
kebisingan kendaraan,udaranya masih sejuk dan asri dan tentunya juga akan
selalu ada dia.
Tepat pukul 09.20 aku
sudah sampai di kampusku.Tanpa membuang-buang waktu aku langsung berjalan
menuju ruangan dosen pembimbingku,aku memang tidak terlalu suka berada
dikampus.jujur,aku tidak suka keramaian mungkin karna rasanya akan sama,aku
akan tetap merasa sepi.
Kini aku telah duduk
manis di ruangan dosen pembimbingku,aku melirik-lirik sedikit ke isi ruangan
ini.Ruangan yang cukup luas jika hanya untuk dosen dan satu asistennya.Ku lihat
beberapa piagam milik beliau yang terpampang di dinding,Juga dimejanya kulihat
ada fotonya bersama orang nomor satu di negri ini tentu dengan wakilnya
juga.Aku tau beliau pasti sangat bangga pada dirinya.Seperti aku yang juga
memajang beberapa fotoku dengan artis-artis idolaku dan juga fotoku bersama
patung-patung lilin orang ternama di madame tussauds newyork saat
liburanku tahun lalu bersama keluargaku.Memang ada kebanggan tersendiri jika
melihatnya.
Sesekali aku melihat ke
arah jam berwarna biru yang melilit apik ditanganku.ini sudah puku 09.45.Tidak
biasanya Prof telat jika diajak berdiskusi,biasanya malah
beliau yang menungguku.Tapi aku tetap menunggu,mungkin beliau sedang ada
kepentingan yang lebih urgent sehingga harus ditanganinya
sampai selesai.Sudahlah aku lebih baik bersabar apa salahnya menunggu jika akan
mendapat hasil yang indah?.
"Maaf saya
telat,maaf sekali lagi."
Lamunanku terbuyarkan oleh suara ini,suara yang jelas-jelas
bukan milik Prof Budi.
"Elo?!!"
Betapa kagetnya aku
melihat sosok yang ada di depanku saat ini yang sama kagetnya denganku ketika
kami bertatap muka.Kedua bola mata kamu bertatapan sepersekian detik,kami
berdua sama-sama terdiam terhanyut dalam pikiran milik masing-masing.
*men prolog*
"ya tuhan,jadi gadis ini renanda?kenapa aku tidak
mengenalinya saat pertama kali kita berdua dipertemukan kembali oleh takdir 2
hari yang lalu?dia sangat berubah.Hanya saja,mata ini.mata ini memang milik
renandhaku."
"hellow,kamu kenapa
diem?Woy!!" beberapa kali tanganku
melambai-lambai di depannya tapi dia tetap pada diamnya,ada apa sebenarnya
dengan manusia ini?sedang apa dia disini?apa mungkin dia anak Prof Budi?ah
tapi seingatku anak Prof Budi hanya satu,dan dia perempuan.
"awwwwww......" Tepat
sesaat setelah cubitanku melayang di pipinya dia tersadar dari lamunannya,huh
syukurlah,aku kira dia mati berdiri setelah melihatku tadi.Tunggu!memangnya aku
semenakutkan itu apa?sehingga orang yang melihatku bisa kaget sampai
mati?lagiankan ini pertemuan kedua kami.
"sakit tau!" ucapnya galak.
"Ya lagian,dari tadi
di tungguin ngomong gak ngomong-ngomong.Kenapa ngeliat aku sekaget
itu?hah?!"
"kamu Renandha
yasinta?" Tanyanya dengan ragu.
"iya,aku Renandha
yasinya.Aku disini karna ada janji sama Prof Budi.Kamu siapa?oh jangan-jangan
mahasiswa juga ya?mau diskusi juga ya?eh enak aja aku dulu!aku udah nunggu
hampir satu jam loh,awas kalo berani nyerobot,aku kasih ini nih!!" Ucapku
dengan jutek dan menunjukan kepalan tanganku di depan wajahnya yang akan ku
berikan kalau dia benar-benar mau menyerobot untuk berdiskusi dengan Prof Budi.
*Men Prolog*
"Ya tuhan jadi dia benar-benar Renandhaku yang 5 tahun lalu
meninggalkanku.Rasa ingin memeluknya begitu besar,apa dia benar-benar tidak
mengenaliku?Tapi aku harus bersabar,aku masih dalam Tugasku.Apa nanti
menurutnya kalau aku tiba-tiba memeluknya?dia pasti bingung dan akan
berteriak,Tahan Dit,tahan!"
"Kamu kenapasih?dari
tadi ditanya malah bengong-bengong mending aku pergi deh aku bikin janji lain
aja sama Prof Budi.Permisi.........."
"sial bgt aku kenapa harus ketemu cowo annoying ini lagi
sih?"Batinku berucap.
Aku berjalan ke pintu keluar tapi kemudian tangannya mencegahku.
"Tunggu
sebentar,kamu gak pernah denger ya kalo dosen itu punya asisstant?bawel
deh,main ngejudge orang sembarangan aja,oh aku tau sih aku ini keliatan masih
muda dan masih gantengnya wajar kalo kamu bilang aku kaya maha siswa!Prof Budi
menyuruhku untuk menemui kamu karna beliau ada rapat dadakan di Bandung dengan
para Dosen yang lain"
Ucapannya menghentikan
langkahku,kini aku menudur dua langkah mendekatinya.Memang benar sih dia
tampan,dan kelihatannya juga masih seumuranku,mungkin lebih tua 2
tahun.Tunggu!apa tadi dia memanggilku bawel?!.Aku melirik kearah pergelangan
tanganku yang sedari tadi di genggamnya seakan tau maksudku dia langsung
melepasnya.
"Heh yang
pertama!aku tau ya Prof Budi itu punya asistant dan aku kenal baik ko dan kamu
gak usah ngaku!kedua,gak usah sok ganteng deh aku geli liat cowo kayak
gitu.Ketiga,aku gak suka ada org yang megang tanganku!ngerti?permisi!"Aku
lantas pergi meninggalkannya namun lagi-lagi terhenti karna suaranya,suaranya
begitu menggetarkan hatiku,suaranya mirip dengan suara dia.
"Renandha!nih liat
berkas-berkas yang aku bawa!ini dari Prof Budi semua.Asistannya yang lama
mengundurkan diri dan aku yang menggantikannya sejak 4 hari yang lalu.kamu bisa
gak sih gak ngejudge yang aneh-aneh dulu?kamu tuh mikir terlalu jauh tau
gak"
"Oke aku
percaya.tapi tunggu,satu lagi pertanyaanku.Apa tadi kamu bilang Prof Budi ke
Bandung?"
"iya Bandung,ada apa
dengan Bandung?"
Entah kenapa mendengar
kata-kata bandung batinku menggidik nyeri,Seingatku di kota itulah tersimpan
banyak kenangan antara aku dan dia.
"Loh kok malah jadi
kamu yang bengong,ayo duduk!" Lagi-lagi suarannya
membuatku tersadar dari lamunanku.Kini aku dan dia duduk berhadapan,hanya meja
yang menjadi pembatas.Tapi aku merasakan lututku dan lututnya bersentuhan.Entah
perasaan apa ini,tapi aku merasa nyaman.Belum ada diantara kami yang membuka
pecakapan,aku masih tenggelam dalam pikiran-pikiranku dan begitupun dengan
dia.Sesekali mata kami bertemu dan aku seakan mengalami dejavu kejadian
beberapa tahun yang lalu.
Aku seperti merasakan ada "dia" di
depanku saat ini.Atau mungkin.........
"Jadi Ren,kamu mau
membahas apa di skripsi akhir kamu ini?" Pertanyaannya seakan
membuyarkan semua lamunanku yang berusaha mereka-reka sesuatu dalam gelapnya
khayalku.
"Ren,kamu denger aku
kan?"
"oh iyaiya denger
kok,maaf ya aku melamun" Aku tertunduk lesu,semangat ku terasa
hilang karna terhanyut oleh kenangan itu lagi,belum lagi aku sibuk mereka-reka
kalau laki-laki yang ada di depanku saat ini adalah "dia" aku semakin
tak tau arahnya hati ini.
"ada masalah?mau
cerita dulu?aku siap dengerin kok". Kini kami semakin
dekat,dia menggeserkan kursinya menjadi di dekatku,wajahnya juga sudah mulai
mendekat.Aku semakin gugup,haruskah aku menceritakannya?
"Ren,gabaik kalo
dipendem sendiri.Ceritain aja!" Dia benar,rasanya
akan lebih mudah kalau aku membaginya dengan orang lain,mungkin jika dia
menunjukan identitasnya padaku,aku akan tau kebenarannya.Tapi........
"eh iya,maa ya aku
kayanya gak bisa untuk mulai diskusi hari ini,aku pergi duluan
ya.Permisi". Aku benar-benar payah!menanyakan hal sesepele itu saja
tidak bisa,padahal kan tinggal tanya namanya saja.Dia aja tau namaku,masa aku
enggak!Tapi gak perduli deh,lain kali aja aku tanya ini ke ProfBudi,aku
benar-benar tidak ingin ketemu dengan laki-laki ini lagi.Aku membereskan
beberapa kertas dimeja itu lalu bangkit dan bergegas untuk keluar.Hati dan
otakku mungkin memang sedang tidak satu jalan hari ini,Payah!
"Tunggu Nan,inget
gelang ini?" Aku berbalik dan melihatnya yang kini berdiri di
depanku.Aku mengarahkan mataku pada lengannya.Gelang itu.....
Seakan terbawa ke memory masa lalu,aku ingat saat "Dia"memberikan
gelang itu padaku.Gelang yang dibuatnya sendiri,Gelang yang berwarna favorit
kami.Merah dan abu-abu.Gelang itu memang terbilang biasa atau bahkan sangat
biasa tapi bagiku dan dia itu adalah gelang pengikat kami.
Yang aku ingat saat itu aku sedang bersedih karna melihat orang
tuaku bertengkar,aku duduk di danau dekat rumahku lalu kemudian dia datang dan
menghiburku,saat itu usiaku 7 tahun dan dia 9 tahun.Dia bagai pelangi di setiap
hujanku,dia selalu bisa membuat senyum dibibirku setelah air mata itu turun,dia
selalu bisa membuat pandanganku menjadi kembali berwarna saat semuanya sudah
terasa abu-abu.Dia malaikat penolongku dan penopangku kala itu.Ibarat orang
yang hanya mempunyai satu kaki tongkat lah yang menjadi penopangnya sama
seperti aku,saat aku mulai rapuh dialah yang selalu mengutuhkanku.Sekarang
keyakinanku bahwa laki-laki ini adalah "dia" mulai
semakin bertambah.
"Dari mana kamu
punya gelang ini?kamu kenapa bisa punya gelang yang sama kaya yang aku pake
ini?oh aku tau ini pasti cuma kebetulan kan?pasti banyak orang di luar sana
yang punya gelang ini." Aku berpaling dari
hadapannya,aku benar-benar-belum siap bertemu dengan dia dalam keadaan yang
seperti ini.Kini aku harus berperang dengan air mataku yang saat itu memaksa
untuk keluar,keringatku mulai turun.Hatiku seperti bom waktu yang saat ini juga
terasa akan meledak.Nafasku sesak,aku tak bisa mengontrol diriku saat ini.Saat
aku ingin melangkah pergi lagi dan lagi dia menghalangiku,kini tangannya
menggenggam tanganku dengan erat.aku bisa mengerti kalau dia benar-benar tak
inginkan aku pergi.
"Setelah 5 tahun lalu sudah pergi tanpa pamit kali ini kamu
juga ingin pergi lagi?!!"
to be continued...........
Tidak ada komentar:
Posting Komentar