Rabu, 29 Mei 2013

Menunggu Ksatria Pemetik Apel Yang Dinantikan



“Suatu saat di pagi yang cerah. Angin bertiup tenang. Sinar mentari lembut menerangi alam.Tapi sayang, itu semua tidak dapat meredam kegundahan hati sebuah apel yang berada tinggi nun di pucuk. Sejak seminggu lalu Apel itu sibuk berfikir, kenapa aku tidak dipetik orang? Padahal… kulitku licin mulus. Warnaku merah bersinar. Siapa yang melihat pasti meluap-luap seleranya. Pasti mereka terbayang betapa manisnya rasaku. Tapi… kenapa aku tidak dipetik orang?
Apel tersebut memandang ke bawah. Heran, kenapa manusia lebih memilih kawan-kawannya yang berada di bawah sana. Bukankah mereka tidak mendapat udara yang bersih dan cahaya mentari seperti aku yang berada di puncak ini? Bukankah kawan-kawanku itu banyak yang telah rusak karena seranggga?
Apel tersebut bingung memikirkan kenapa rekan-rekannya yang telah banyak tersentuh dan penuh debu menjadi pilihan, bukan dirinya yang belum tercemar dan dijamah orang. Apa kekurangan diriku?
Perasaan rendah diri mulai merasuk. Makin lama makin kuat, diselangi rasa kecewa dan bimbang. Murungnya tidak terbendung lagi. Lalu, pada pagi yang damai dan indah itu, apel tersebut memutuskan menggugurkan dirinya ke tanah. Ketika sudah berada dibawah, hatinya gembira bukan kepalang. Sedetik lagi aku akan dipilih manusia. Warna merahku yang berkilau dan kulitku yang licin mulus ini pasti mencairkan liur mereka.
Sang apel menanti manusia beruntung itu. Sayang sekali, sampai malam tiba, tiada seorang pun datang mengambilnya. Rasa gembira pun bertukar menjadi risau dan sedih.
Siang berganti malam, hari berganti minggu. Kasihan..akhirnya apel tersebut busuk di tanah menjadi makanan ulat dan serangga. Membusuk dan terinjak-injak manusia.”
Wanita itu ibarat apel. Buah yang tidak berkualitas amat mudah dipetik, dijamah dan diambil orang. Tapi apel yang berkualitas, tidak terjangkau dan sulit dijamah orang. Susah dipetik, susah digapai. Mahkota seorang gadis adalah Keimanan dan ketakwaannya. Apabila hilang iman dan takwanya, hancurlah pesonanya. Wanita sanggup jatuhkan martabat tingginya supaya dijamah orang lain.
Wahai wanita shalehah yang tinggi martabatnya… yang terpelihara kehormatan dan izzahnya…
Bersabarlah! Disaat tak ada yang memetik karena ketinggianmu. Janganlah obral jiwamu hingga kau rela dipetik dan dijamah oleh siapapun. layaknya seperti apel yang mudah dipetik di pinggir jalan. Tungulah, Allah pasti mengirimkan orang yang bersedia memetikmu di ketinggian. Ketinggian yang hanya bisa dipanjat dengan energi keimanan dan ketakwaaan seseorang.
Ya Allah… Kutahu, betapa banyak “perhiasan dunia terindah ini” mulai gundah. Gelisah menantikan seseorang. Sepertiga abad penantian kadang tak cukup mendatangkan satria-satria pemetik apel yang dinantikan. Wahai zat yang menguasai seluruh makhluk, jangan biarkan wanita-wanita mulia ini lelah di ketinggian, hingga ia menjatuhkan diri tersungkur dari kemuliaan. Teguhkan hati mereka. Selamatkan mereka.
Ya Tuhan kami, sesungguhnya mereka sangat memerlukan suatu kebaikan yang Engkau turunkan kepada mereka… Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada wanita-wanita shalehah jodoh dan keturunan sebagai penyenang hati. Wallahu a’lamu bishshawab.

Senin, 27 Mei 2013

Penyesalan Yang Terlambat (Ayah.. kembalikan tangan Dita !)



Bismillahir-Rahmanir-Rahim … Sepasang suami isteri – seperti pasangan lain di kota-kota besar meninggalkan anak-anak diasuh pembantu rumah sewaktu bekerja. Anak tunggal pasangan ini, perempuan cantik berusia tiga setengah tahun. Sendirian ia di rumah dan kerap kali dibiarkan pembantunya karena sibuk bekerja di dapur. Bermainlah dia bersama ayun-ayunan di atas buaian yang dibeli ayahnya, ataupun memetik bunga dan lain-lain di halaman rumahnya.
Suatu hari dia melihat sebatang paku karat. Dan ia pun mencoret lantai tempat mobil ayahnya diparkirkan , tetapi karena lantainya terbuat dari marmer maka coretan tidak kelihatan. Dicobanya lagi pada mobil baru ayahnya. Ya… karena mobil itu bewarna gelap, maka coretannya tampak jelas. Apalagi anak-anak ini pun membuat coretan sesuai dengan kreativitasnya.
Hari itu ayah dan ibunya bermotor ke tempat kerja karena ingin menghindari macet. Setelah sebelah kanan mobil sudah penuh coretan maka ia beralih ke sebelah kiri mobil. Dibuatnya gambar ibu dan ayahnya, gambarnya sendiri, lukisan ayam, kucing dan lain sebagainya mengikut imaginasinya. Kejadian itu berlangsung tanpa disadari oleh si pembantu rumah.
Saat pulang petang, terkejutlah pasangan suami istri itu melihat mobil yang baru setahun dibeli dengan bayaran angsuran yang masih lama lunasnya. Si bapak yang belum lagi masuk ke rumah ini pun terus menjerit, “Kerjaan siapa ini !!!” …. Pembantu rumah yang tersentak engan jeritan itu berlari keluar. Dia juga beristighfar. Mukanya merah padam ketakutan lebih-lebih melihat wajah bengis tuannya. Sekali lagi diajukan pertanyaan keras kepadanya, dia terus mengatakan ‘ Saya tidak tahu..tuan.” “Kamu dirumah sepanjang hari, apa saja yg kau lakukan?” hardik si isteri lagi.
Si anak yang mendengar suara ayahnya, tiba-tiba berlari keluar dari kamarnya. Dengan penuh manja dia berkata “Dita yg membuat gambar itu ayahhh.. cantik …kan!” katanya sambil memeluk ayahnya sambil bermanja seperti biasa.. Si ayah yang sudah hilang kesabaran mengambil sebatang ranting kecil dari pohon di depan rumahnya, terus dipukulkannya berkali-kali ke telapak tangan anaknya . Si anak yang tak mengerti apa apa menagis kesakitan, pedih sekaligus ketakutan. Puas memukul telapak tangan, si ayah memukul pula belakang tangan anaknya.
Sedangkan Si ibu cuma mendiamkan saja, seolah merestui dan merasa puas dengan hukuman yang dikenakan. Pembantu rumah terbengong, tidak tahu harus berbuat apa… Si ayah cukup lama memukul-mukul tangan kanan dan kemudian ganti tangan kiri anaknya. Setelah si ayah masuk ke rumah diikuti si ibu, pembantu rumah tersebut menggendong anak kecil itu, membawanya ke kamar.
Dia terperanjat melihat telapak tangan dan belakang tangan si anak kecil luka-luka dan berdarah. Pembantu rumah memandikan anak kecil itu. Sambil menyiramnya dengan air, dia ikut menangis. Anak kecil itu juga menjerit-jerit menahan pedih saat luka-lukanya itu terkena air. Lalu si pembantu rumah menidurkan anak kecil itu. Si ayah sengaja membiarkan anak itu tidur bersama pembantu rumah. Keesokkan harinya, kedua belah tangan si anak bengkak. Pembantu rumah mengadu ke majikannya. “Oleskan obat saja!” jawab bapak si anak.
Pulang dari kerja, dia tidak memperhatikan anak kecil itu yang menghabiskan waktu di kamar pembantu. Si ayah konon mau memberi pelajaran pada anaknya. Tiga hari berlalu, si ayah tidak pernah menjenguk anaknya sementara si ibu juga begitu, meski setiap hari bertanya kepada pembantu rumah. “Dita demam, Bu”…jawab pembantunya ringkas. “Kasih minum panadol aja ,” jawab si ibu. Sebelum si ibu masuk kamar tidur dia menjenguk kamar pembantunya. Saat dilihat anaknya Dita dalam pelukan pembantu rumah, dia menutup lagi pintu kamar pembantunya.
Masuk hari keempat, pembantu rumah memberitahukan tuannya bahwa suhu badan Dita terlalu panas. “Sore nanti kita bawa ke klinik.. Pukul 5.00 sudah siap” kata majikannya itu. Sampai saatnya si anak yang sudah lemah dibawa ke klinik. Dokter mengarahkan agar ia dibawa ke rumah sakit karena keadaannya susah serius. Setelah beberapa hari di rawat inap dokter memanggil bapak dan ibu anak itu. “Tidak ada pilihan..” kata dokter tersebut yang mengusulkan agar kedua tangan anak itu dipotong karena sakitnya sudah terlalu parah dan infeksi akut…”Ini sudah bernanah, demi menyelamatkan nyawanya maka kedua tangannya harus dipotong dari siku ke bawah” kata dokter itu. Si bapak dan ibu bagaikan terkena halilintar mendengar kata-kata itu. Terasa dunia berhenti berputar, tapi apa yg dapat dikatakan lagi.
Si ibu meraung merangkul si anak. Dengan berat hati dan lelehan air mata isterinya, si ayah bergetar tangannya menandatangani surat persetujuan pembedahan. Keluar dari ruang bedah, selepas obat bius yang disuntikkan habis, si anak menangis kesakitan. Dia juga keheranan melihat kedua tangannya berbalut kasa putih. Ditatapnya muka ayah dan ibunya. Kemudian ke wajah pembantu rumah. Dia mengerutkan dahi melihat mereka semua menangis. Dalam siksaan menahan sakit, si anak bersuara dalam linangan air mata. “Ayah.. ibu… Dita tidak akan melakukannya lagi…. Dita tak mau lagi ayah pukul. Dita tak mau jahat lagi… Dita sayang ayah..sayang ibu.”, katanya berulang kali membuatkan si ibu gagal menahan rasa sedihnya. “Dita juga sayang Mbok Narti..” katanya memandang wajah pembantu rumah, sekaligus membuat wanita itu meraung histeris.
“Ayah.. kembalikan tangan Dita. Untuk apa diambil.. Dita janji tidak akan mengulanginya lagi! Bagaimana caranya Dita mau makan nanti ?… Bagaimana Dita mau bermain nanti ?… Dita janji tidak akan mencoret-coret mobil lagi, ” katanya berulang-ulang. Serasa hancur hati si ibu mendengar kata-kata anaknya. Meraung-raung dia sekuat hati namun takdir yang sudah terjadi tiada manusia dapat menahannya. Nasi sudah jadi bubur. Pada akhirnya si anak cantik itu meneruskan hidupnya tanpa kedua tangan dan ia masih belum mengerti mengapa tangannya tetap harus dipotong meski sudah minta maaf…Tahun demi tahun kedua orang tua tersebut menahan kepedihan dan kehancuran bathin sampai suatu saat Sang Ayah tak kuat lagi menahan kepedihannya dan wafat diiringi tangis penyesalannya yg tak bertepi…, Namun…., si Anak dengan segala keterbatasan dan kekurangannya tersebut tetap hidup tegar bahkan sangat sayang dan selalu merindukan ayahnya..
Semoga bermanfaat dan Dapat Diambil Hikmah-Nya …

Kamis, 16 Mei 2013

Kapal itu adalah hatiku.

Malam ini,seperti malam-malam biasanya.sepi,tanpa kamu.
malam ini pahit,sepahit kopi yang aku rasakan saat ini sebagai peneman malam pahitku.
malam ini sunyi,sesunyi sawah tanpa nyanyian jangkrik dan kodok yang menjadi pemain musik setia setiap malamnya.
Malam ini dingin,sedingin angin yang bertiup dan menusuk kulitku.
malam ini hampa,sehampa kapal yang tak ada nahkodanya yang harus terus berjalan tak terkendali,mungkin sampai hancur di tengah laut karna menabrak karang dan tenggelam atau malah dapat kembali sampai ke tepi pantai dengan tetap kosong atau ada nahkoda lain yang mengendalikannya,sama seperti hatiku Saat kita mengarungi bahtera hati kita.
anggap saja kamu sebagai nahkoda dan aku adalah kapal mu yang siap kau bawa kemanapun,karna aku adalah milikmu.
Bermulai dengan menyalakan mesinku(hati) lalu kemudian kita berlayar.Tak ada lelah untukku saat kamu tetap menjadi nahkodaku,saat ini kita mulai jauh dari tepi,kita hampir sampai ditengah.berhari-hari mengarungi laut milik dewa air,neptunus denganmu adalah kepuasan untukku.
Ditengah perjalanan kita ternyata kamu melihat kapal yang lebih bagus,lebih menarik dan juga lebih ramai,tak kusangka ternyata kamu mudah tersilaukan juga.Akhirnya kamu meninggalkan aku(kapalmu) demi kapal lain yang lebih menarik.
Akhirnya aku sendiri mengarungi laut ini tanpa ada yang mengendalikan aku.Berkali-kali aku terkena badai...sebagian badan kapal mungkin sudah rapuh karna sudah tak terawat dan terlebih lagi terus menerus terombang-ambing oleh ganasnya ombak.tapi aku tetap mengarungi lautan walau tanpa nahkodaku.
Bila saatnya tiba,ada dua kemungkinan yang akan terjadi.
Aku akan hancur menabrak bongkahan karang besar dan kemudian hancur menjadi beberapa bagian dan lalu tenggelam,tapi,andai aku terbuat dari kayu mungkin aku akan lebih lama bisa bertahan tanpa harus merasakan tenggelam,tapi kamu tak membuatku dari itu.kamu membuatku dari besi,walau kelihatannya kokoh dan kuat tapi nyatanya aku mudah tenggelam dalam air.
Kemungkinan lainnya adalah bila saatnya tiba akan ada orang lain yang menemukan aku ditengah lautan ini.Dia akan merawatku dan menjagaku dan bisa menjadi nahkodaku lagi untuk bertepi atau mungkin jika dia nyaman bersamaku dia bisa memiliku.
Pada dasarnya aku memang tidak ditakdirkan untuk bisa memilih.

Cerita tentang kapal ini sama bukan dengan hati kalian?atau hanya hatiku?
Dia perlahan membawa kita pergi dari tepi atau pergi dari kenormalan ketika sedikit demi sedikit batas kenormalam itu sudah habis dan dia melihat orang lain yang lebih dari kita,mereka akan pergi,tanpa pamit.
Karna kita bukan lagi orang normal yang berfikir dengan hati dan logika kita hanya terdiam saat dia tinggalkan itu karna hati kita berkata kita harus menunggunya kembali,karna dia pasti kembali.kita tak lagi berfikir bisa mati karna menunggunnya,sama seperti kapal tadi ada 2 kemungkinan juga yang akan terjadi.
kita mati karna menunggumu kembali atau meneruskan perjalanan dengan orang lain yang dapat mengubah jalur hati kita dari menuju orang baru ini.
banyak kejadian dari apapun yang dapat kita petik hikmahnya.

Rabu, 15 Mei 2013

ketika para gadis menangis karna idolanya

... KETIKA PARA GADIS MENANGIS KARENA IDOLANYA ...

Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ... Wahai adik-adikku yang dirahmati Allah, tidak tahukah kalian bila Nabi Muhammad sebelum ajalnya menangisi dan memanggil kita..? "Ummati, Ummat i...." lirih suara Nabi. Beliau khawatir kepada kita, umatnya. Beliau menangisi kita ...

Wahai adik-adikku yang dirahmati Allah, tahukah siapa yang menjadi perhiasan dunia sekaligus tiang negara ...? ya kalian adik -adik perempuan yang kelak akan menjadi ibu bagi putra-putri kalian.

Lantas mengapa kalian rela berdesak-desakan di bandara berdesak-sesak menunggu kehadiran para pemuda tampan dari Korea itu ...? Kalian menangis saat mereka tidak menemui kalian.

Mengapa kalian rela melalaikan ibadah dan justru memperbanyak memuja mereka ...??

Tahukah adik-adiku, sebenarnya mereka sama sekali tidak perduli dengan nasib kalian kelak di akherat. MEREKA TIDAK MENGENALI KALIAN DI ALAM AKHIRAT. Dan mereka tidak bisa memberi keselamatan saat api neraka menjilat memanggil kita.

Beri!ah satu ruang kosong di hati kalian, khusus hanya untuk satu idola kalian, Nabi Muhammad. Mengapa harus Nabi, bukan Super Junior, atau Justin Bieber?

Allah menjawab : ...

"Sungguh telah ada pada diri Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu yaitu bagi orang yang mengharap rahmat Allah dan kedatangan hari kiamat dan yang banyak mengingat Allah"
(Surah Al Ahzab 33:21)

Suju, Justin dan manusia itu hanyalah makhluk biasa. Jangan beri kepada mereka sikap cinta berlebih karena mereka cute, kata kalian .. KeCUTEan mereka tidak akan menyelamatkan kalian dari neraka dan keCUTEan mereka juga tidak menyebabkan kalian dimasukkan ke dalam rahmat Allah.

Perbanyak shalawat pada nabi, pakailah jilbab, jaga kehormatan, kerjakan shalat dan puasa, itulah tanda kalian mengidolakan Nabi Muhammad .. yang super,super dan lebih super jutaan kali dari bintang idola kalian itu ...

... Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati kita yang telah lama terkunci ...


dari fanpage facebook:kreasi hijab.. 

Jumat, 03 Mei 2013

absurd memory

Hari ini aku sangat lelah dengan aktivitasku ditambah lagi cuaca yogyakarta hari ini yang membuatku merasa ingin sekali memeluk tempat tidur.Tapi entah kenapa malam ini aku tak bisa tidur,Aku teringat padamu,pada pertemuan awal kita.
Kamu ingat bagaimana pertama kali kita berkenalan?
ha-ha-ha rasanya konyol jika aku mengingat masa-masa itu.Kamu,kamu hanya pria polos,pria yang lebih muda dariku yang mengganggu aku,seorang perempuan yang telah mempunyai kekasih.
Hey,tidakkah kamu menyadari perbuatanmu itu salah?hahaha
anyway,entah bagaimana aku bisa terpikat pada sosok dirimu.Mungkin karna kamu yang humoris?kamu yang banyak omong?kamu yang jail?atau kamu yang perhatian?entahlah:/
Benih-benih cinta itu mulai tumbuh kala awal pertemuan kita yang sebelumnya hanya lewat layar telepon.Malam itu kamu dtg kerumahku untuk mengantarkan mak comblang kita pulang.iya,saudaraku dan sekaligus sahabatmu.Malam itu sangat larut aku yang sudah mengantuk tak bisa tidur karna menunggumu dan saudaraku datang.Saat kamu datang aku menemani kamu mengobrol beberapa saat dengan menahan rasa kantuk.Aku terpaku pada layar hp menghindari wajahku kala itu agar tidak terlihat olehmu hahah sungguh itu memalukan.
Keesokan paginya kamu datang lagi,hari itu kita pergi ke salah satu mall hanya untuk menonton film.Kamu ingat bagaimana lucunya kita dulu?saling berjauhan dan tak berani memandang.Kamu harus tau aku tertawa saat ini=))
Film yang akan kita tonton masih lama diputar kita datang terlalu cepat akhirnya kita mngulur waktu sejenak untuk bermain timezone,dari situlah kita dekat, saat berjalan kita bersampingan.aku mulai merasakan hangat tangan mu menyentuh tanganku,aku kemudian semakin merasakan hangat kala bahumu dan bahuku bersentuhan,sungguh saat itu aku tidak ingat bahwa aku telah memiliki kekasih.
Sesampainya di dalam bioskop aku senang karna yang di sampingku adalah kamu.karena film yang kita tonton adalah film horor jadi kalau aku takut ada seseorang yang bisa aku pinjam pundaknya untuk bersembunyi.Sunggu kali ini batinku benar-benar tersayat mengingat cerita indah ini.
Cahaya dalam studio "1" kala itu mulai redup film pun dimulai.Aku merasakan ada tangan yang meraih tanganku dan meletakan jari-jarinya di sela-sela jemariku.ya,itu jemarimu.
Hampir 2 jam film itu berada dalam pandangan kita namun aku tidak peduli dengan alur ceritanya,bagaimana hantu itu muncul,siapa pemerannya dan dari mana asalnya..yang kurasa kala itu hanyalah kehangatan yang sudah lama tak pernah aku dapat.hangatnya jemarimu tak terlepas dari jemariku.Sesekali aku menyenderkan kepalaku di pundakmu,kamu melihat kearahku lalu tersenyum dan mengelus mesra rambutku.saat itu kita sangat dekat aku sangat merasa aman,hangat dan nyaman ada di dekatmu.
Jantungku terasa tak terkendali kala itu,hatiku seperti gunung berapi yang setiap waktu bisa meledak kapan saja.sampai film itu selesai kita keluar dan menuju toilet.di depan pintu itulah kita melepas genggaman tangan kita..
Sungguh aku sangat menikmati hari itu dan ingin mengulangnya,jika boleh.

Long-Distance-Relationship

Saat jarak menjadi penghancur di hubungan kita,saat jarak menjadi penghambat pertemuan kita aku selalu berdoa pada tuhan agar dijauhkan dari itu semua.

Jarak tidak akan pernah menjadi pemenang selama cinta dan kesetiaan yang kita punya masih sama dan kuat untuk bertahan.Dia tidak akan pernah menjadi penghancur selama kita yang dipisahkannya sekarang percaya satu sama lain.Dia tidak akan menjadi profokator dan gudang pikiran negatif kita selama kita tetap berkomunikasi dan tetap menjunjung kejujuran dalam hubungan kita.

Apalah arti ratusan kilometer dan bentangan lautan yang memisahkan kita jika kita masih mengeja nama yang sama?apalah arti jauhnya jarak jika kita masih sangat mampu mempertahankannya?
Kita memang tak seperti mereka.Kita memang jarang bertemu,jarang bertatap mata,jarang saling menyentuh dan jarang untuk menghabiskan waktu berdua semenjak jarak datang dalam hubungan kita.Tapi percayalah akan ada pelagi di dalam hubungan kita setelah badai gelap ini.akan ada pelangi di dalam hubungan kita setelah angin badai ini.Akan ada balasan senyuman yang tuhan buat untuk kita setelah air mata yang jatuh ketika kita mengobrol banyak dengannya dalam doa.
Karna aku yakin selama terang bulan yang kita lihat masih sama,selama sinar matahari yang sinarnya masih sama hangat maka pertemuan kita masih akan tetap mungkin terjadi...

gilang-adingga
somemtime in life if you wanna do something good, you got a do something bad first

welcome in my blog♕