Rabu, 24 Juli 2013

Pertemuan singkat yang merubah segalanya.

Malam itu,adalah pertemuan yang tidak sengaja antara aku dan dia.
Dalam diamku yang shock karna kejadian beberapa menit yang lalu,aku menemukan sepasang mata,mata yang benar-benar bisa membuat hati menjadi begitu tenang.Ya,mata itu miliknya.
Ketakutanku hilang setelah menatap mata yang memancarkan ketenangan itu,terlebih lagi melihat senyum itu.Senyum tulus yang sangat manis,senyum bak milik malaikat yang pernah ku lihat dalam mimpiku.
"kamu gak apa-apa kan?everything's gonna be oke,jangan takut lagi ya..." Suaranya begitu merdu di telingaku,tanpa bahasa aku hanya membalas ucapannya dengan senyuman.
"Aku pamit ya,ada urusan di tempat lain.Hati-hati di jalan ya,aku pastikan orang-orang itu gak akan ganggu kamu lagi kok" 
Dia pamit,sebelumnya kurasakan tangannya mengelus pipi kananku.Aku masih diam,diam seribu bahasa.Aku berjalan menuju tempat kostku yang hanya berjarak 1 meter lagi.Masih dalam keadaan diam kini aku terduduk di kursi teras rumahku.
Aku masih sibuk mengingat-ingat kejadian yang tadi menimpaku.Siapa laki-laki itu?malaikat kah dia?bak pahlawan dalam cerita-cerita fiksi dia menghajar preman-preman yang tadi menggangguku.
Aku begitu suka menatap matanya,aku suka menikmati senyumnya dalam diam dan terlebih lagi aku begitu suka mendengarkan suaranya.
"Begok!tadi kenapa gak nanya namanya?bilang makasih aja enggak!yaampun Mora,oon banget sih!!!" 
Aku tersadar dari diamku dan aku baru sadar selain tidak menanyakan namanya tadi aku juga tidak mengucapkan "terimakasih",Kini aku sibuk menyalahkan diriku atas ke tololan yang aku buat.Memang susah jika kamu punya otak yang.......pelupa! 
"wey!ngapain lo diem di sini?baru pulang apa baru mau keluar?gilak!ini udah jam 10,mau jual diri lo?" 
Dengan suaranya yang lantang dan omongannya yang ceplas-ceplos Dewi datang.Dewi memang selalu begini berbicara tanpa menggunakan kosa kata yang benar dan jelas!
Tapi seperti biasa,aku tidak menggubris omongan Dewi teman kostku yang sompral ini kalo ngomong,aku hanya tersenyum,sama seperti tadi saat laki-laki itu bertanya padaku.
"Yeh ini anak ditanya malah senyum-senyum doang.Sinting kali ya?gue masuk duluan ah,hati-hati kesambet lo bengong-bengong malem-melem gini,hih......."
Aku memang bukanlah anak kost yang pemberani.jadi,begitu mendengar ucapan Dewi tadi rasa takut dan merinding seperti langsung melingkariku,hih....memang menyeramkan suasana rumah ini kalau sudah malam hari.
Singkat cerita.....
Pertemuan kami tidak terjadi hanya hari itu saja tapi beberapa kali dan dalam konsidi yang berbeda,ibarat pahlawan,dia selalu ada saat aku butuhkan tanpa aku minta.
Aku ingat,Kala itu...
Aku berjalan dalam lemah menuju tempat kostku,hari itu banyak sekali aktifitasku di kampus,sebenarnya masih ada beberapa paper yang harus aku buat tapi aku izin karna tubuhku sepetinya sangat perlu istirahat.
Hari itu sepertinya mentari sangat semangat untuk menyinari bumi oleh karna itu aku memilih berjalan di taman agar panas mentari kala itu tidak langsung menyengat kulitku,tapi tiba-tiba "Brukkkkk" aku terjatuh.Beginilah aku yang ceroboh,seharipun tidak terhindar dari kesialan.Pergelangan kaki kananku terasa sakit dan sangat nyeri.Jangankan untuk berjalan berdiripun susah rasanya,aku rasa kakiku terkilir.Aku masih sibuk dengan rasa sakit tak terasa air mata mengalir di pipiku.Ya,aku menangis.
"kenapa duduk disini?nangis lagi...."
Suara itu....aku kenal suara itu dan ketika aku menengadahkan kepalaku ternyata benar itu dia!Aku hanya bisa tersenyum lagi-lagi-lagi dan lagi ketika bertemu dengannya.
"Jangan selalu tersenyum seperti semuanya baik-baik saja neng,kamu selalu kayak gini kalo kita ketemu"
"Maaf ya,selalu merepotkan kamu setiap kali kita ketemu,eh tapi ini bukan kesengajaan loh.Tapi aku bingung ya,kenapa selalu kamu yang nolong aku?kamu malaikat kiriman Tuhan untuk aku ya??"
"hahahahahaha"
Dia tertawa setelah mendengar pertanyaan konyolku tadi,memang konyol sih masa aku mengiranya malaikat?duh malu deh...penyesalan memang selalu datang di akhir ya......
"kok ketawa?aku kan cuma nanya kali"
"lagian pertanyaanmu itu aneh,masa aku dibilang malaikat,gak salah tuh?hahahaha"
Masih dalam tawanya dia malah menyebutku aneh.Kalau kakiku ini tidak sakit mungkin aku sudah pergi dari tadi,Malu.
"ya terus?kamu kenapa selalu nolong aku?"
"Semua cuma kebetulan aja kok,aku ya kebetulan aja lewat sini terus liat kamu jatoh,ya aku samperin lagian kan kasian di taman ini lagi sepi gak ada yang bantuin kamu jadinya."
Kani posisinya menyamai posisiku.Dia ada tepat di depanku.Sekarangtidak ada jarak diantara kami.Aku bisa melihat matanya,hidungnya,rambutnya,wajahnya dari dekat,bahkan wangi tubuhnya sangat tercium.Dari wanginya aku bisa menebak kalau dia adalah laki-laki yang rapih.
"Aku gak akan jahat kok,jangan liatin aku seakan-akan aku ini mau culik kamu dong"
Rupanya sedari tadi pemilik wajah yang sedang menjadi obyek mataku ini sadar kalau wajahnya sedang aku amati,tapi dia salah.Aku menatapnya penuh kebahagiaan bukan kecurigaan.
"Jadi,apa yang sakit nona manis?"
Mendengarnya yang memanggilku "non manis" tadi rasanya semua kebahagiaan yang tadinya semu menjadi nyata.Aku ikhlas tertiban sial setiap harinya asal selalu dia yang menolongku,aku rela selalu dibuat malu olehnya kalau dia juga yang bisa membangun kebahagiaan untukku.
"Eh maaf bengong lagi.Ini kaki aku pergelangannya sakit banget,kayaknya terkilir deh.Gara-gara wedges sialan ini nih.Aku selalu sial deh menggunakan sepatu ini.Bad day!"
Sejujurnya ini tidak terlalu Bad-day untukku karna dengan bertemu dengan dia,semua terasa membaik.Dalam diamku aku berdoa semoga kamu benar-benar berada di setiap hariku.Semoga suasana hatiku yang riang ini bukan hanya untuk hari ini.
"Coba pindah duduk di kursi itu yu,kalo duduk disini gak enak.nanti baju kamu kotor,aku juga capek jongkok"
Aku hanya tersenyum,dia membantuku untuk berdiri.Tangan kanannya melingkar di pinggangku dan tangan kirinya memegang tanganku.Kami begitu dekat bahkan desah napasnya dapat aku rasakan,tangannya sangat hangat.Aku berharap waktu bisa berhenti sekarang juga atau berdetak lebih pelan agar aku bisa lebih lama berada dalam genggamannya dan pelukannya!.
"Sini duduk!awas pelan-pelan,coba sini aku pijet ya kakiknya"
"eh yaampun gak usah,ini paling dilurusin aja juga bisa normal lg kok,gak usah repot-repot"
"Bentar lagi normal gimana?itu aja bengkak!aku liat dulu ya."
Aku sudah menahannya tapi ini adalah inginnya.
"oiya aku kasih tau nih ya,sial itu gak ada!mungkin kamunya aja yang kurang hati-hati.Terus jangan pernah bilang hari itu buruk,karna sebenarnya semua hari itu baik.Kamu ini kaya abg labil ajadeh.....makanya kalo keluar rumah tuh baca bismillah dulu ya"
Mendengar penjelasannya tadi sepertinya rasa kagumku padanya semakin bertambah.Ternyata selain baik dia juga bijak terlebih lagi parasnya yang menawan.Ketampanannya menurutku lebih dari laki-laki lain.Berbahagialah wanita yang berjodoh dengannya nanti dan aku berdoa pada Tuhan semoga wanita yang beruntung itu adalah aku.
"Kamu kenapa senyum-senyum sendiri kayak gitu?mikirin apa hayoooo?mikirin berjodoh sama aku yaaaaa?"
Ternyata bukan hanya aku yang suka memperhatikannya,dia juga.Sudah 2 kali aku tertangkap basah ketika sedang senyum-senyum memperhatikannya.Dan yang lebih membuat pipiku menjadi meerah padam dia tau kalau aku memikirkan aku&dia yang saling berjodoh.hihihihihi.
"Ah siapa yang senyum-senyum orang aku lagi nahan sakit kaki aku ini ko,wuuuu"
"ih ko melet-melet gitu sih,lucu deh kayak anak kecil deh kamu.Walaupun lagi nahan sakit senyum kamu manis juga ya ternyata."
Oh my God.Aku kini serasa sudah terbang entah kemana mendengar ucapannya tadi.Rasanya kaki ini sudah tak memijak bumi,inginku meraih tanggannya dan mengajaknya terbang berasamaku keawan.Sungguh perasaan yang membahagiakan!
"oh iya,udah sore nih.Mau aku antar pulang?" tanyanya.
"Gak usah,ini aja udah ngerepotin banget.Kaku aku juga udah lebih enakan kok,lagian kostan aku deket ko,cuma 2 blok lagi dari sini."
"yakin nih?"
"yakin!kamu ini kayak babysiter aku aja deh hahaha"
"yeh aku kan cuma khawatir aja,aku kan orang terakhir yang ketemu kamu hari ini nanti kalo tiba-tiba dijalan kamu kenapa-kenapa mereka nyalahin aku gimana?"
"pikiranmu terlalu jauh,yaudah aku duluan ya"
"yaudah hati-hati ya"
Aku mencoba berdiri namun kakiku belum mampu,dia yang masih disampingku dengan sigap langsung menangkap tubuhku.Kejadian yang sama terjadi lagi,dia meraih tanganku dan melilitkan tangan yang satunya di pinggangku.Ini bukanlah caraku untuk terus berdekatan dengannya,hanya saja kakiku memang masih sulit untuk digerakan apalagi untuk menopang tubuhku.
"Tuhkan,kaki kamu tuh gak baik-baik aja.udah gausah ngeyel,aku antar pulang ya!ini perintah bukan pertanyaan"
Aku tertunduk lemah,lagi-lagi air mataku meluncur mulus dipipiku.
"Jangan nangis,aku ikhlas kok nganter kamu gak ngerasa di repotin,suer deh!Tenang aja aku gak minta imbalan apapun kok atau aku gak bakal bawa kamu kemana-mana kok,aku parkir mobilku disana,agak jauh sih.mau naik mobil aja atau aku gendong?aku gendong ajadeh ya biar lebih cepet." Belum ku jawab pertanyaannya dia langsung jongkok membelakangiku dan menyuruhku naik di pundaknya.
"Ta...tapi..."
"Udah ayo naik,nanti hari keburu gelao nih kalo nungguin kamu mikir dulu"
"bener nih?aku berat loh,gausah deh"
"tenang aja aku kuat kok"
Kini aku berada dalam gendongannya.Ini manis,kita yang bahkan belum tau nama masing-masing menjadi sedekat ini.
Memang benar,cinta datang bisa dimana saja tanpa alasan dan pada siapa saja,termasuk padaku.Kami sangat dekat.Aku bahkan bisa merasakan degupan jantungnya.Tapi aneh,suaranya agak sedikit lemah.Mungkin dia sedikit lelah karna menggendongku.Ku lihat keringat menetes di keningnya,aku ingat aku punya tissu di kantong ku,sebagai sedikit balas budi kuhapuskan keringatnya.Dia tersenyum,meskipun aku tidak melihatnya dari depan tapi aku tau senyumnya masih semanis dan seindah senyum yang pernah aku lihat sebelum-sebelumnya.
Banyak pembahasan yang tercipta diatara aku dan dia.Begitu nyaman rasanya ada di dekatnya,emndengar suaranya,melihat senyumnya.Aku semakin ingin takdirnya dan takdirku dipertemukan oleh Tuhan dan di ikat untuk selama-lamanya.
"Itu tempat kostku,rumah yang warna pink itu ya"
Now,masih dalam gelak tawa aku dan dia sudah sampai di depan pintu kostku.Aku dan dia duduk di kursi teras.
"Ternyata ngobrol sama kamu seru ya,cerewet dan gak mau kalah"
"iya kamu juga,sok tau lagi!"
kami tertawa lagi.Sore ini kebahagiaan memang ada dipihakku.
"makasih ya". Aku tersenyum kepadanya,menunjukan senyumku yang paling manis pertanda bahwa aku benar-benar bahagia berasamanya sore ini.
"Makasih untuk apa?"
"Untuk semuanya.Dari awal waktu kamu nolongin aku dari preman-preman itu,untuk menolongku setiap kali kita tidak sengaja bertemu dan untuk sore yang menyenangkan ini"
"Sudah kewajiban kita sebagai manusia saling menolong bukan?Santai ajaaa"
Dia mengelus lembut rambutku dan tersenyum lagi.Kali ini aku yakin ini senyumnya yang termanis!aku tau dia sama bahagiaanya sepertiku sore ini.
"Oiya,kita sering ketemu tapi kenapa kita gak pernah kenalan?aku pandji,kamu?"
"oiya ya kita belum pernah kenalan,abis ngobrol sama kamu kayak udah kenal lama sih hehehe aku amoralia"
"amoralia?sounds good.Artinya cintakan?"
Dia mengulurkan tangannya dan aku juga menyambut jabat tanggannya itu.
"iya,Amor itu artinya cinta.Sekali lagi makasih ya untuk semua-mua-muanya"
"Sama-sama,yaudah udah sore nih aku pulang dulu ya mora"
"Eh tunggu dulu,boleh aku mina nomer telon kamu?ya siapa tau aku lagi bete dan butuh temen ngobrol jadi aku bisa contact kamu gitu,boleh?"
"boleh banget hehe nih handphoneku,kamu save sendiri aja ya"
"oke,kamu tulis nomer kamu di buku ini aja ya,handphone aku mati soalnya.aku tulis namaku disini 'amora cantik' ya hehehehe" Aku menyeringai sedikit.
Setelah bertukar nomer handphone kamu saling menjabat tangan.Tangannya begitu kuat dan masih tetap hangat.Mata kami juga bertatapan untuk sepersekian detik.Hati kecilku berbisik inilah cinta pandangan pertama.Cinta yang pertama kali aku rasakan~
Pandji pamit pulang dan aku juga masuk ke dalam kamarku untuk mengistirahatkan tubuhku.
Dua hari telah berlalu,Takdir seakan bermain-main dengan kita.Setelah pertemuan itu kita tak pernah lagi bertemu.Dia juga belum menghubungi aku,akhinya ku beranikan diriku untuk menghubunginya karna pada waktu itu juga aku yang meminta nomer handphonenya.
Dalam pesan singkat itu ku tuliskan sore itu aku menunggunya di taman tempat pertama kali takdir mempertemuka kita.
Sore itu aku menunggu...mununggu..menunggu dan menunggu...tapi dia tidak datang.
Aku penasaran pada sosoknya dan kenapa dia menghilang begitu saja.Tapi aku bingung kemana aku harus mencarinya.
Karna merasa aku hanya akan mendapat jalan buntu jika melanjutkan ini semua,kuputuskan untuk berhenti mencari tahu tentang dia sebelum perasaan ini semakin jauh dan sebelum kekecewaan melanda hatiku.
Aku hanya tidak ingin mendapatkan hal yang abu-abu.Ku coba menghapus nomer handphonennya dari handphoneku,ku coba lupakan pertemua-pertemuan kita yang begitu singkat itu,ku coba lupakan senyumnya,tatapannya,suaranya bahkan aroma tubuhnya yang sudah sangat aku khafal.
Aku berjanji akan melanjutkan hidupku seperti saat dulu sebelum bertemu dengan dia,harusnya aku memang tidak boleh teruru-buru menyebut ini cinta.
Pertemuan kita yang singkat mugkin memang hanyalah permainan takdir.Dan bukankah memang sudah seharusnya setiap ada pertemuan akan ada perpisahan?jadi,apa yang harus manusia risaukan?tapi apakah ini bisa di katakan perpisahan jika sebelumnya saja dia tidak mengucapkan selamat tinggal?
Memang harusnya ini akan menjadi mudah.Karna kita belum saling mengenal terlalu jauh.Tapi....rasa penasaranku padanyatidak pernah padam sedikitpun sampai detik ini!
Ini sudah hari ke-7 rasa penasaranku terus memanas padamu dan tepat hari ke-7 juga sejak pertemuan terakhir itu.
Aku sibuk menerka-nerka tentang kamu,dadaku mulai sesak,otakku buntu,aku benar-benar merasa tebunuh dengan hilangnya kamu.
"heh!bengong mulu,ada sms tuh di hp lo"
Dewi yang sedang ada di kamaku rupanya merasa terganggu telingannya oleh ponselku yang sedari tadi menjerit.Ku raih ponselku dengan lemah,terpampang disana ada 4 sms yang masuk.ku perhatikan dari pengirim pertama sampai yang terakhir,betapa kagetnya aku melihat pengirim pesan ini.Nomer yang sebenarnya sudah aku hapus dari contacs tapi tidak dari memory otakku.Ada sedikit keraguan dalam hatiku akhirnya aku mengecek nomer itu di buku harianku.Aku ingat hari itu handphoneku mati jadi kamu menulisnya di buku ini.Dan ternyata benar itu nomer kamu!Sudah di kejutkan melihat nomer itu aku lebih terkejut lagi membaca isinya.

-081234567-
Assalamualaikum wr.wb.Maaf baru membalas pesan ini setelah 7 hari.Nomer ini sudah tidak digunakan lagi oleh pandji melainkan oleh kakaknya.7 hari yang lalu pandji terkena serangan jantung dan mengalami kecelakaan.Tolong bantu doa agar pandji tenang disana ya,Terimakasih.Wassalamualaikum

Seketika tubuhku lemas,mataku tak jelas melihat apapun,aku merasakan tubuhku terjatuh,aku pingsan...
Dalam ketidak sadaranku,aku bertemu Pandji.Dia begitu tampan dengan jas putih dan celana putih itu,ada dua anak kecil yang sangat cantik dan lucu disampinnya,mereka terus menarik tangan Pandji kedalam ruangan putih penuh cahaya yang tak sama sekali ku mengerti.aku ingin sekali menyusul pandji dan anak-anak itu kesana.aku ingin ikut pandji tapi entah kenapa kakiku terasa sulit untuk melangkah.
Kulihat pandji berjalan kearahku dan tersenyum kepadaku,aku menyambutnya dengan senyumku pula.Senyum penuh kelegaan akhirnya aku bisa bertemu lagi dengan dia.
Dia meraih tanganku dan memelukku,pelukan yang sangat hangat.Aku larut dalam peluknya,aku menangis.Aku sungguh takut kalau ini adalah cara pandji untuk mengucapkan selamat tinggal.
"Ndji,jangan pergi" ucapku masih dalam mata yang penuh dengan air mata.
"Maaf mora,maaf hanya bisa menciptakan sebuah pertemuan singkat yang sangat sederhana,saat kamu menunggu aku ditaman itu sebenarnya aku datang,aku duduk di sampingmu,tidur dalam pangkuanmu dan terus memelukmu tapi kamu tidak bisa merasakan kehadiranku karna aku sudah bukan lagi pandji yang dapat kamu lihat.Mora,kamu harus tau sebenarnya semua pertemuan itu bukanlah sebuah ketidak sengajaan,kita adalah teman satu kampus dan sering kali satu kelas.tapi mungkin kamu jarang melihat aku,Aku sudah mencintaimu sejak lama tapi aku lebh memilih mencintaimu dalam diam Mora.Aku selalu mengikutimu kemanapun kamu pergi karna itu setiap kamu ceroboh aku yang selalu menolongmu,untuk pertemuan nyata kita yang terakhir itu aku benar-benar bersyukur pada tuhan akhirnya dia mengizinkanku untuk dekat denganmu sebagai yang pertama sekaligus yang terakhir.Mora kamu harus tetap menjalani hidupmu seperti dulu,jangan menjadi mora yang cerboh lagi karna sudah tidak ada pandji yang akan selalu menjadi malaikat penolongnya.Anggap pertemuan singkat itu tidak pernah terjadi Mora,kamu hanya perlu menyimpannya bukan meratapinya.Aku menyayangimu Mora."
"Ndji jangan pergi ndji,Aku belum mengenal kamu lebih jauh,aku butuh kamu ndji"
"Datanglah kerumahku Mora akan ada benda yang menjadi aku untukmu"
"Kenapa kamu gak pernah mau muncul di depan aku dulu?kenapa baru sekarang??"
"Sudah takdir&jalannya seperti ini Mora.percayalah akan ada orang lain yang bisa membahagiakan kamu lebih dari aku nanti,setiap ada pertemuan pasti ada perpisahan tapi jangan lupa juga dari setiap perpisahan akan ada pertemuan yang lebih membahagiakan"
"Tapi ini serius!aku cuma mau kamu ndji!" Aku semakin erat memeluknya.Sungguh tak rela dia benar-benar pergi.
"Waktuku sudah habis Mora,aku harus pergi,tetap masih ada mentari di hidupmu dan akan selalu ada pelangi si setiap hujanmu,lihatlah bulan di malam hari jika kamu merindukan aku.Jalani hidupmu seperti sebelum mengenalku dulu Mora,selamat tinggal.Aku mencintaimu." 
Pandji mengecup keningku lalu berjalan pergi bersama anak-anak itu.Pandji benar-benar pergi bahkan sebelum aku mengenalnya.Sebelum Pandji benar-benar pergi menghilang dari pandanganku dia masih menatapku dan menyimpulkan senyum manisnya,senyum manis yang akan selalu aku kenang dan aku rindukan.Tidak akan ada lagi senyum darinya untukku.
Sesaat kemudian aku tersadar,kulihat teman-temanku melihatku dengan khawatir mereka terus bertanya apa yang terjadi padaku tapi aku tidak bisa berkata apapun.Aku hanya bisa menangis.
Rasanya ingin sekali berteriak,kenapa Pandji harus pergi secepat itu?dan kalau akhirnya seperti ini,kenapa takdir mempertemukan aku dan pandji?dan kenapa justru cinta ini semakin kuat setelah dia pergi??
Hanya air mata yang saat ini benar-benar berbicara tentang seberapa hancurnya aku sekarang.Kejadian ini benar-benar tak pernah ada dalam benakku sebelumnya,aku tak pernah mengira ada orang yang mencintaiku dalam diam,bahkan sampai akhir hidupnya.

Esok harinya aku datang kerumah pandji,mungkin dengan cerita dari keluarganya tembok penyesalan dan rasa bersalah yang sudah terbangun tinggi dihatiku ini bisa runtuh.
Setibanya disana tak kusangka mereka telah mengenalku dan malah telah menungguku datang.Ibunya tak kuasa menahan air mata saat bertemu denganku,begitu juga dengan keluarganya yang lain.Dari yang ku dengar,ternyata pandji telah lama menyukaiku sejak ospek,itu berarti 2,5 tahun yang lalu.Setiap acara keluarga pandji selalu bercerita tentang aku,tentang dia yang mencintaiku dalam diam dan memperhatikan setiap detail diriku.
Pandji hafal semua tentang aku,aku yang setiap hari senang memakai baju warna biru,aku yang lebih senang berjalan kaki ketimbang naik kendaraan,aku yang lebih suka ketenangan,aku yang selalu memakai gelang keberuntungan dari alm.Ibuku dan juga aku yang selalu makan Indomie tanpa kuah di kantin kampus.Pandji tau semua tentangku.
Kakaknya mengajakku masuk kedalam kamar pandji.Kamar yang bersih,rapi dan penuh dengan wangi pandji.Kulihat dalam lemarinya,disana banyak tersimpan fotoku.Sekarang air mataku semakin berlinang.Kenapa ada orang yang mencintaiku tapi aku tak pernah sadar?ini penyesalan terbesarku.
"Pandji teramat mencintaimu Mora,dia bahkan rela melakukan dan mengorbankan apapun hanya untuk kamu" ucap kakak pandji yang sekarang juga sama sepertiku,menangis.
"Kenapa pandji baru muncul belakangan ini ka?"
"Mungkin karna dia tau waktunya akan segera habis Mora,jadi dia memberanikan dirinya menemuimu,ini....beberapa foto pandji dan kamu yang kakak ambil dari jauh.Kebetulan saat di taman itu pandji meminta kakak untuk menemaninya,tapi bodohnya kakak adalah meninggalkannya dan membiarkannya menyetir mobil sendiri sehingga kecelakaan melandanya.sebelumnya pandji memang tidak pernah bepergian sendiri." 
Tangis kakak pandji pun mulai pecah.Di hadapanku dia menceritakan beberapa hal tentang Pandji sebelum kepergiannya.Aku semakin merasa bersalah pada pandji,aku menyesal kala itu meng-iyakan pandji untu menggendongku.Harusnya aku sadar saat mendengar detak jantung pandji yang tidak seperti orang normal biasanya.
"sejak kapan pandji punya penyakit itu kak?"
"Sejak dia lahir Mora,penyakitnya adalah keturunan dari ayahnya. "
Aku dan kakak pandji terdiam......
"jadi mora,sudah siapkah untuk kemakam?" 
"Boleh aku minta waku sebentar lagi kak?aku mau sendiri disini"
"tentu,jangan terlalu diratapi ya.Pandji pasti tidak akan senang melihat kamu menangisi kepergiannya"
Kakak pandji keluar.Kini aku sendiri diruangan pandji.Ruang yang di setiap sudutnya pasti pandji pernah tempati.Ruangan tempat pandji berisitirahat,ruangan tempat pandji belajar dan ruangan tempat pandji banyak menyimpan semua tentang aku.
Bagaimana bisa dia mengetahui semua tentangku,tapi aku?mengenalnya saja baru akhir-akhir ini.Rasanya kesal juga menyesal.Kenapa pandji tak pernah menampakan wujudnya dari dulu?kenapa ndji?!!takutkah kamu aku menolak orang sebaik kamu?Aku merebahkan tubuhku di tempat tidur,wangi ini sangat khas.iya,wangi pandji.
"Aku harap kamu disini Ndji.Aku masih ingin melihat dunia yang berwarna-warni ini bersama kamu.Aku belum ikhlas kamu pergi..............."
                                                         ****
Here we go.Aku sudah memijakan kaki di Tpu kebon jeruk.Debar jantungku semakin tak menentu.Yang aku ingin melihat pandji bukan hanya batu bertuliskan namanya atau tanah yang telah menimbun dirinya.Tapi hanya ini yang bisa aku lakukan sebagai tanda penghormatan dan tanda cintaku padanya.
Ditemani kakaknya,kini aku telah ada di makam Pandji.Di depanku benar-benar ada batu nisan dengan nama Pria yang aku harapkan adalah jodohku.
Seketika tubuhku lemas,aku terduduk tepat di depan rumah baru pandji.Rumah yang sebenar-benarnya rumahnya.
"Ndji aku gak tau harus dengan apalagi meminta maaf dan berterimakasih sama kamu,pada kehadiran kamu yang meruba segalanya.Ndji sebenarnya tentang kamu,semua masih terlalu abu-abu untukku.Masih banyak tanda tanya yang ada di dalam hatiku tentang kamu dan entah darimana ndji aku bisa mendapatkan semua jawaban atas pertanyaanku ini,Tapi ndji aku sudah ikhlas sekarang kamu pergi.Aku janji tidak akan jadi Mora yang ceroboh dan akan selalu tersenyum.Ndji aku sayang kamu dan aku tau kamu dengar aku dari sana.”
Aku menaburkan bunga di pusaran pandji,aku tidak menangis karna aku tau pandji akan melihatnya.Sekuat tenagaku aku menahannya.Aku tidak mau menyakiti pandji lagi.
"Mora ini titipan dari pandji.Seperti tau kalau semua ini akan terjadi pandji telah menuliskan semua tentang dirinya disini.Mungkin tentang pertanyaan-pertanyaan kamu yang belum terjawab semuanya akan ada disini.Ingat Mora adikku sangat menyayangimu.”
Yap,pertemuan yang sangat singkat ini benar-benar merubah segalanya.Kini aku benar-benar harus melangkah melanjutkan hidupku tanpa pandji.
Tentang semua pertanyaan itu, kakaknya mungkin benar.Aku akan menemukan jawabannya dari buku ini.Buku yang akan selalu aku simpan.
Sekilas aku teringat kembali pada pertemuan nyataku dengan pandji yang terakhir itu,sebelum pulang pandji menjabat tanganku dengan sangat hangat.Mungkin,jabatan tangganya yang terahir itu adalah caranya mengucapkan selamat tinggal.
Pandji memang malaikat perubah hidupku.
Dan kini aku semakin sadar,allah maha kuasa dia yang mengatur semua yang terjadi di bumi ini dan di hidup umatnya.Hanya tuhan yang tau kapan manusia itu lahir,bagaimana perjalan hidupnya,apa saja tugasnya,dengan siapa dia bertemu&berjodoh dan kapan waktunya untuk pulang.
Selamat jalan ya Ndji.
Semoga di kehidupan lain,kita bisa di persatukan.
Takdirmu mengikat takdirku selamanya......

Amora......




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

somemtime in life if you wanna do something good, you got a do something bad first

welcome in my blog♕