Hai yang terindah,bagaimana disana?
Aku sedang disini nih,di tempat kita dulu melepas kepenatan,tempat yang selalu kita tuju saat kita sedang kehabisan kesabaran saat di uji oleh Tuhan.
Kamu benar, Suasana dirumahku sedang tidak membuat nyaman. Tetap sama seperti dulu, mama dan papa saling berteriak mendebatkan masalah yang menurutku sama sekali tidak penting untuk dibicarakan.
Dulu,setiap kali lari kesini,aku selalu melihat kamu berlari juga dibelakangku. Mengejarku dengan wajah yang cemas,terus berlari mengejarku tapi tidak bisa karna aku terlalu cepat.
Sekarang aku sendiri,tidak ada kamu yang megejarku atau begitu sampai disini tidak ada lagi isak tangisku yang dibarengi dengan suara tergopoh-gopoh dan ocehanmu karna lelah tidak bisa mengejarku tadi dan akhirnya membuatku tertawa dan sedikit lupa kalau aku disini karna pertengkaran orang tuaku.
Malam ini berbeda. Nampak sepi sekali,padahal ini baru pukul 07.00.
Di payungi langit yang berhiaskan bulan&bintang aku duduk di bangku taman yang berjarak hanya beberapa meter dari rumahku dan rumahnya.
Aku mulai mengingat-ingat bagaimana lucu dan manisnya kita dulu. Tanggal,bulan,hari bahkan jam lahir yang sama,ayah dan ibu yang bersahabat,rumah yang bersebelahan,sekolah yang selalu sama,hobby yang sama bahkan banyak lagi kesukaan kita yang sama.
menurutku,takdir baik selalu mengiringi jalan kita selama ini. Persahabatan kita seakan menolak semua takdir buruk untuk masuk diantara kita.
Kamu ingat?saat kamu mendapatkan beasiswa untuk kuliahmu di tempat yang amat kamu idam-idamkan?yang kamu cita-citakan itu?diluar negri sana. 2hari setelah keberangkatanmu aku jatuh sakit. Berhari-hari aku dirumah sakit,membuat banyak orang khawatir termasuk ayah dan ibumu. Banyak obat yang telah masuk ke dalam tubuhku tapi sama sekali tak ada yang berreaksi,bahkan dokter sendiri yang nota benenya adalah dokter pribadi aku dan kamu sejak kita kecil dulu tidak tau penyakit apa ini. Ketika ditanya apa yang aku rasakan oleh dokter,aku hanya menjawab 'kehilangan' ya,aku hanya merasakan kehilangan. Kehilangan teman terbaikku,teman bermainku,sahabatku. Setiap hari mereka selalu bertanya,apa yang aku butuhkan aku hanya menjawab 'kamu'. Memang tidak ada yang aku butuhkan selain kembalinya teman bermainku!
Sampai pada akhirnya kamu datang dan 2 hari kemudian aku sembuh. Benarkan?yang aku butuhkan memang hanya kamu.
Sakitku ini bukan lah pura-pura. Sejak awal aku sudah bilang aku hanya butuh kamu,bukan obat-obatan yang pahit itu,bukan infus yang selalu melingkar di tanganku,bukan pula suntikan yang hampir setiap jamnya ditusukan ke badanku.
Obatku sudah datang,obatku sudah disini dan memang sudah seharusnya aku sembuh. Untuk kembali bermain,tertawa dan manceritakan seberapa bencinya aku padamu yang mencoba menciptakan jarak diantara kita. Bahkan kamu pergi tanpa pamit,dengan alasan tidak mau membangunkan aku yang tertidur lelap saat itu karna pesawatmu yang berangkat pukul 4 pagi. Sahabat macam apa itu?
Esoknya,setelah puas memukulimu dengan bantal,dengan kata-kata manis kamu berjanji tidak akan pergi lagi dan memilih pindah di kampus yang sama denganku. Sedikit air mata menetes dari sudut mataku. Perasaan haru karna sahabatku ini rela meninggalkan apapun dan datang padaku. Kamu bilang
"tidak harus sekolah diluar negri untuk menjadi sukses. Lagian disini Universitas juga banyak yg bagus kok,dan akan lebih mudah kalau aku tetap melewatinya bersama kamu."
Hingga di usia kita yang ke 22 kini,kita masih tetap bersama.
Mereka bilang kita seperti anak kembar,seperti ada magnet diantara kita yang seakan membuat kita tak bisa dipisahkan. Kamu bertingkan seperti pelindungku,kakakku,ayahku,sahabatku,bahkan terkadang seperti kekasihku. Tapi tidak! aku terlalu takut untuk mempunyai rasa cinta lebih dari sekedar sahabat untukmu. Aku takut menghancurkan semuanya.
22 tahun belum cukup bagiku untuk selalu bersama sahabat sepertimu,aku ingin ini selamanya. Sampai nanti.saat kita duduk dipelaminan bersama pendamping kita,saat kita punya anak,sampai kita menjadi nenek dan kakek bahkan saat maut menjemput kita.
Ngomong-ngomong soal cinta.
Kamu ingat saat petama kali aku berpacaran?kamu bahkan bertingkah benar-benar seperti ayahku. Kemanapun aku dan kekasihku pergi kamu selalu mengikutiku,kamu selalu mengatas namakan 'Agama' jika ditanyakan alasannya. kamu selalu bilang "gak baik kalau perempuan dan laki-laki jalan berduaan apalagi malam hari begini".
Awalnya aku sempat besar kepala,karna aku kira kamu cemburu dan tidak rela ada laki-laki lain yang bisa membuatku tersenyum selain kamu. Tapi nyatanya aku salah,kamu begitu karna hanya ingin melindungiku dan tak ingin ada hal buruk yang terjadi padaku.
Aku sering bertanya padamu "kenapa kamu tidak punya pacar?" dengan nada yang selalu bercanda pula kamu menjawab "karna kamu tidak mau jadi pacarku" lalu kemudian melanjutakan perkataanmu yang sempat terpotong oleh tawaamu "bercanda deng,aku gak punya pacar karna mungkin belum ada yang cocok denganku" dan akupuun hanya membalas ucapanmu dengan anggukan kepala.
Sempat terbesit dalam otakku untuk menjodohkanmu dengan kakakku tapi kamu tidak pernah mau.huhhh.
Oiya,apa masih ingat?sebelum ujian nasional Sma dulu setelah pulang les pasti kita selalu belajar disini,di tempat aku duduk saat ini. Bersama bintang-bintang itu,peris seperti saat ini. Tapi kini aku sendiri. Tidak ada lagi kamu disampingku,tidak ada lagi yang menjailiku,menarik ikat rambutku dan mengacak-acak rambutku,tidak ada lagi yang memboncengiku dengan sepeda,dan tidak ada lagi yang maenyuapiku biskuit atau buah-buahan saat aku sedang berkonsentrasi dengan Pr kita dan lupa untuk maemberi makan cacing-caing dalam perutku ini.
Kamu mungkin telah menjadi satu dari jutaan bintang yang ada diatas langit sana dan yang paling terang itu! itu pasti kamu. Aku tau kamu melihatku dari atas sana.
Ya..... malam ini suasana hati yang tadinya kesal berganti menjadi Rindu. Rindu pada sahabatku yang biasanya selalu ada disampingku,rindu menghabiskan waktu dan hidupku bersamamu bahkan rindu melihat indahnya bintang-bintang ini bersamamu.
Kamu,yang ternyata seumur hidupnya mencintai dan menjagaku lebih dari seorang sahabat. Sekarang aku tau kenapa kamu benar-benar tak ingin punya pacar,karna kamu memang menungguku. Menunggu dalam diam,karna kamu benar-benar menyimpannya sendiri.
Tetap jadi bintang yang paling terang diatas sana ya. Agar aku tau kamu masih bersamaku dan mejagaku dalam kejauhan.
Selamat malam.
untuk pria yang selalu meninggalkan
apapun dan datang padaku saat aku butuh,
Aku rindu kamu.