Jumat, 25 Oktober 2013

Lebih dari cinta

Hai yang terindah,bagaimana disana?

Aku sedang disini nih,di tempat kita dulu melepas kepenatan,tempat yang selalu kita tuju saat kita sedang kehabisan kesabaran saat di uji oleh Tuhan.
Kamu benar, Suasana dirumahku sedang tidak membuat nyaman. Tetap sama seperti dulu, mama dan papa saling berteriak mendebatkan masalah yang menurutku sama sekali tidak penting untuk dibicarakan.
Dulu,setiap kali lari kesini,aku selalu melihat kamu berlari juga dibelakangku. Mengejarku dengan wajah yang cemas,terus berlari mengejarku tapi tidak bisa karna aku terlalu cepat.
Sekarang aku sendiri,tidak ada kamu yang megejarku atau begitu sampai disini tidak ada lagi isak tangisku yang dibarengi dengan suara tergopoh-gopoh dan ocehanmu karna lelah tidak bisa mengejarku tadi dan akhirnya membuatku tertawa dan sedikit lupa kalau aku disini karna pertengkaran orang tuaku.

Malam ini berbeda. Nampak sepi sekali,padahal ini baru pukul 07.00.
Di payungi langit yang berhiaskan bulan&bintang aku duduk di bangku taman yang berjarak hanya beberapa meter dari rumahku dan rumahnya.
Aku mulai mengingat-ingat bagaimana lucu dan manisnya kita dulu. Tanggal,bulan,hari bahkan jam lahir yang sama,ayah dan ibu yang bersahabat,rumah yang bersebelahan,sekolah yang selalu sama,hobby yang sama bahkan banyak lagi kesukaan kita yang sama.
menurutku,takdir baik selalu mengiringi jalan kita selama ini. Persahabatan kita seakan menolak semua takdir buruk untuk masuk diantara kita.

Kamu ingat?saat kamu mendapatkan beasiswa untuk kuliahmu di tempat yang amat kamu idam-idamkan?yang kamu cita-citakan itu?diluar negri sana. 2hari setelah keberangkatanmu aku jatuh sakit. Berhari-hari aku dirumah sakit,membuat banyak orang khawatir termasuk ayah dan ibumu. Banyak obat yang telah masuk ke dalam tubuhku tapi sama sekali tak ada yang berreaksi,bahkan dokter sendiri yang nota benenya adalah dokter pribadi aku dan kamu sejak kita kecil dulu tidak tau penyakit apa ini. Ketika ditanya apa yang aku rasakan oleh dokter,aku hanya menjawab 'kehilangan' ya,aku hanya merasakan kehilangan. Kehilangan teman terbaikku,teman bermainku,sahabatku. Setiap hari mereka selalu bertanya,apa yang aku butuhkan aku hanya menjawab 'kamu'. Memang tidak ada yang aku butuhkan selain kembalinya teman bermainku!
Sampai pada akhirnya kamu datang dan 2 hari kemudian aku sembuh. Benarkan?yang aku butuhkan memang hanya kamu.
Sakitku ini bukan lah pura-pura. Sejak awal aku sudah bilang aku hanya butuh kamu,bukan obat-obatan yang pahit itu,bukan infus yang selalu melingkar di tanganku,bukan pula suntikan yang hampir setiap jamnya ditusukan ke badanku.
Obatku sudah datang,obatku sudah disini dan memang sudah seharusnya aku sembuh. Untuk kembali bermain,tertawa dan manceritakan seberapa bencinya aku padamu yang mencoba menciptakan jarak diantara kita. Bahkan kamu pergi tanpa pamit,dengan alasan tidak mau membangunkan aku yang tertidur lelap saat itu karna pesawatmu yang berangkat pukul 4 pagi. Sahabat macam apa itu?
Esoknya,setelah puas memukulimu dengan bantal,dengan kata-kata manis kamu berjanji tidak akan pergi lagi dan memilih pindah di kampus yang sama denganku. Sedikit air mata menetes dari sudut mataku. Perasaan haru karna sahabatku ini rela meninggalkan apapun dan datang padaku. Kamu bilang "tidak harus sekolah diluar negri untuk menjadi sukses. Lagian disini Universitas juga banyak yg bagus kok,dan akan lebih mudah kalau aku tetap melewatinya bersama kamu." 

Hingga di usia kita yang ke 22 kini,kita masih tetap bersama.
Mereka bilang kita seperti anak kembar,seperti ada magnet diantara kita yang seakan membuat kita tak bisa dipisahkan. Kamu bertingkan seperti pelindungku,kakakku,ayahku,sahabatku,bahkan terkadang seperti kekasihku. Tapi tidak! aku terlalu takut untuk mempunyai rasa cinta lebih dari sekedar sahabat untukmu. Aku takut menghancurkan semuanya.
22 tahun belum cukup bagiku untuk selalu bersama sahabat sepertimu,aku ingin ini selamanya. Sampai nanti.saat kita duduk dipelaminan bersama pendamping kita,saat kita punya anak,sampai kita menjadi nenek dan kakek bahkan saat maut menjemput kita.

Ngomong-ngomong soal cinta.
Kamu ingat saat petama kali aku berpacaran?kamu bahkan bertingkah benar-benar seperti ayahku. Kemanapun aku dan kekasihku pergi kamu selalu mengikutiku,kamu selalu mengatas namakan 'Agama' jika ditanyakan alasannya. kamu selalu bilang "gak baik kalau perempuan dan laki-laki jalan berduaan apalagi malam hari begini".
Awalnya aku sempat besar kepala,karna aku kira kamu cemburu dan tidak rela ada laki-laki lain yang bisa membuatku tersenyum selain kamu. Tapi nyatanya aku salah,kamu begitu karna hanya ingin melindungiku dan tak ingin ada hal buruk yang terjadi padaku.

Aku sering bertanya padamu "kenapa kamu tidak punya pacar?" dengan nada yang selalu bercanda pula kamu menjawab "karna kamu tidak mau jadi pacarku" lalu kemudian melanjutakan perkataanmu yang sempat terpotong oleh tawaamu "bercanda deng,aku gak punya pacar karna mungkin belum ada yang cocok denganku" dan akupuun hanya membalas ucapanmu dengan anggukan kepala.
Sempat terbesit dalam otakku untuk menjodohkanmu dengan kakakku tapi kamu tidak pernah mau.huhhh.

Oiya,apa masih ingat?sebelum ujian nasional Sma dulu setelah pulang les pasti kita selalu belajar disini,di tempat aku duduk saat ini. Bersama bintang-bintang itu,peris seperti saat ini. Tapi kini aku sendiri. Tidak ada lagi kamu disampingku,tidak ada lagi yang menjailiku,menarik ikat rambutku dan mengacak-acak rambutku,tidak ada lagi yang memboncengiku dengan sepeda,dan tidak ada lagi yang maenyuapiku biskuit atau buah-buahan saat aku sedang berkonsentrasi dengan Pr kita dan lupa untuk maemberi makan cacing-caing dalam perutku ini.

Kamu mungkin telah menjadi satu dari jutaan bintang yang ada diatas langit sana dan yang paling terang itu! itu pasti kamu. Aku tau kamu melihatku dari atas sana.

Ya..... malam ini suasana hati yang tadinya kesal berganti menjadi Rindu. Rindu pada sahabatku yang biasanya selalu ada disampingku,rindu menghabiskan waktu dan hidupku bersamamu bahkan rindu melihat indahnya bintang-bintang ini bersamamu.
Kamu,yang ternyata seumur hidupnya mencintai dan menjagaku lebih dari seorang sahabat. Sekarang aku tau kenapa kamu benar-benar tak ingin punya pacar,karna kamu memang menungguku. Menunggu dalam diam,karna kamu benar-benar menyimpannya sendiri.
Tetap jadi bintang yang paling terang diatas sana ya. Agar aku tau kamu masih bersamaku dan mejagaku dalam kejauhan.
Selamat malam.

untuk pria yang selalu meninggalkan 
apapun dan datang padaku saat aku butuh,
Aku rindu kamu.

Minggu, 13 Oktober 2013

15 Dosa di kepala Wanita.

15 DOSA DI KEPALA WANITA

1. Tidak berhijab (menutup aurat).

Allah berfirman, yang artinya: “Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu , anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu’min:”Hendakl ah mereka menjulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka“. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang.” (QS. Al-Ahzab: 59).

“Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya.” (QS. An Nuur: 24).

2. Menyambung rambut / memakai konde.

Dari Asma’ binti Abi Bakr, ada seorang perempuan yang menghadap Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu berkata, “Telah kunikahkan anak gadisku setelah itu dia sakit sehingga semua rambut kepalanya rontok dan suaminya memintaku segera mempertemukanny a dengan anak gadisku, apakah aku boleh menyambung rambut kepalanya. Rasulullah lantas melaknat perempuan yang menyambung rambut dan perempuan yang meminta agar rambutnya disambung” (HR Bukhari-Muslim)

3. Mewarnai / menyemir rambut dengan warna hitam.

Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Pada akhir zaman nanti akan muncul suatu kaum yang bersemir dengan warna hitam seperti tembolok merpati. Mereka itu tidak akan mencium bau surga.” (HR. Abu Daud)

Dari Jabir radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, ”Pada hari penaklukan Makkah, Abu Quhafah (ayah Abu Bakar) datang dalam keadaan kepala dan jenggotnya telah memutih (seperti kapas, artinya beliau telah beruban). Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ubahlah uban ini dengan sesuatu, tetapi hindarilah warna hitam.” (HR. Muslim).

4. Mencabut uban.

Dari ‘Amr bin Syu’aib, dari ayahnya, dari kakeknya berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah mencabut uban. Tidaklah seorang muslim yang beruban dalam Islam walaupun sehelai, melainkan uban tersebut akan menjadi cahaya baginya pada hari kiamat nanti.” (HR. Abu Daud)

5. Memakai bulu mata palsu.

Fatwa: “…Menurut kami, tidak diperbolehkan memasang bulu mata buatan (palsu) pada kedua matanya, karena hal tersebut sama dengan memasang rambut palsu, dan Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam melaknat wanita yang memasang dan yang minta dipasangi rambut palsu. Jika Nabi telah melarang menyambungkan rambut dengan rambut lainnya (memasang rambut palsu) maka memasang bulu mata pun tidak boleh.

Juga tidak boleh memasang bulu mata palsu karena alasan bulu mata yang asli tidak lentik atau pendek. Selayaknya seorang wanita muslimah menerima dengan penuh kerelaan sesuatu yang telah ditakdirkan Allah, dan tidak perlu melakukan tipu daya atau merekayasa kecantikan, sehingga tampak kepada sesuatu yang tidak dimilikinya, seperti memiliki pakaian yang tidak patut dipakai oleh seorang wanita muslimah…”
6. Bertabarruj.

Allah Azza wa Jalla berfirman, yang artinya: “Dan janganlah kalian (para wanita) bertabarruj (keluar rumah dengan berhias dan bertingkah laku) seperti (kebiasaan) wanita-wanita Jahiliyah yang dahulu” [al-Ahzaab:33].

7. Merenggangkan / mengikir gigi.

Dari Ibn Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, beliau mengatakan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang orang mencukur alis, mengkikir gigi, menyambung rambut, dan mentato, kecuali karena penyakit. (HR. Ahmad).

Dari ibn Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, beliau mengatakan, “Semoga Allah melaknat orang yang mentato, yang minta ditato, yang mencabut alis, yang minta dikerok alis, yang merenggangkan gigi, untuk memperindah penampilan, yang mengubah ciptaan Allah. (HR. Bukhari)

8. Membuat tatto. (Lihat point ke-7)

9. Memakai jilbab gaul / tidak memenuhi syarat hijab.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bahkan telah memperingatkan kita dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah:

“Ada dua golongan penghuni Neraka yang belum pernah aku lihat sebelumnya, yaitu suatu kaum yang membawa cambuk seperti ekor-ekor sapi betina yang mereka pakai untuk mencambuk manusia; wanita-wanita yang berpakaian (namun) telanjang, yang kalau berjalan berlenggak-leng gok menggoyang-goya ngkan kepalanya lagi durhaka (tidak ta’at), kepalanya seperti punuk-punuk unta yang meliuk-liuk. Mereka tidak akan masuk Surga dan tidak dapat mencium bau wanginya, padahal bau wanginya itu sudah tercium dari jarak sekian dan sekian.” (HR Muslim/HR Ahmad)

10. Memakai rambut palsu.

“Allah melaknat wanita yang menyambung rambutnya dan minta disambungkan rambutnya.” (HR. Bukhari-Muslim)

11. Mencukur rambut menyerupai laki-laki atau wanita kafir.

a. Potongan yang menyerupai potongan laki-laki maka hukumnya haram dan dosa besar, sebab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang kaum wanita yang menyerupai kaum pria. Sebagaimana disebutkan dalam hadis, dari Ibn Abbas radliallahu ‘anhuma, bahwa beliau mengatakan:

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat kaum lelaki yang menyerupai wanita dan para wanita yang menyerupai lelaki.” (HR Bukhari)

b. Potongan yang menyerupai potongan khas wanita kafir, maka hukumnya juga haram, karena tidak boleh menyerupai orang-orang kafir. Sebagaimana disebutkan dalam hadis dari Ibn Umar radliallahu ‘anhuma bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Siapa yang meniru-niru (kebiasaan) suatu kaum maka dia termasuk kaum tersebut” (HR Abu Daud)

12. Mencukur / mencabut bulu alis. (Lihat point ke-7)

13. Memakai lensa kontak berwarna untuk tabarruj.

Syaikh Muhammad shalih Al-Munajjid hafidzahullah berkata: Kepada Fp Dzikir Cinta“…lensa kontak berwana untuk perhiasan (untuk bergaya). Maka hukumnya sama dengan perhiasan, jika digunakan untuk berhias bagi suaminya maka tidak mengapa.

Jika digunakan untuk yang lain maka hendaknya tidak menimbulkan fitnah. Dipersyaratkan juga tidak menimbulkan bahaya (misalnya iritasi dan alergi pada mata, pent) atau menimbulkan unsur penipuan dan kebohongan misalnya menampakkan pada laki-laki yang akan melamar. Dan juga tidak ada unsur menyia-nyiakan harta (israaf) karena Allah melarangnya.”

14. Operasi plastik untuk kecantikan.

Syekh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya, “Bagaimana hukum melaksanakan operasi kecantikan dan hukum mempelajari ilmu kecantikan?”
Jawaban beliau,”Operasi kecantikan (plastik) ini ada dua macam. Pertama, operasi kecantikan untuk menghilangkan cacat yang karena kecelakaan atau yang lainnya. Operasi seperti ini boleh dilakukan, karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah memberikan izin kepada seorang lelaki–yang terpotong hidungnya dalam peperangan–untu k membuat hidung palsu dari emas.

Kedua, operasi yang dilakukan bukan untuk menghilangkan cacat, namun hanya untuk menambah kecantikan (supaya bertambah cantik). Operasi ini hukumnya haram, tidak boleh dilakukan, karena dalam sebuah hadis (disebutkan), ‘Rasulullah melaknat orang yang menyambung rambut, orang yang minta disambung rambutnya, orang yang membuat tato, dan orang yang minta dibuatkan tato.’ (HR Bukhari).

15. Memakai kawat gigi untuk kecantikan / tabarruj.

Syaikh Ibnu Utsaimin pernah ditanya, “Apa hukumnya memperbaiki gigi?” Syaikh menjawab, “Memperbaiki gigi ini dibagi menjadi dua kategori:

Pertama, jika tujuannya supaya bertambah cantik atu indah, maka ini hukumnya haram. Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam melaknat wanita yang menata giginya agar terlihat lebih indah yang merubah ciptaan Allah. Padahal seorang wanita membutuhkan hal yang demikian untuk estetika (keindahan), dengan demikian seorang laki-laki lebih layak dilarang daripada wanita.

Kedua, jika seseorang memperbaikinya karena ada cacat, tidak mengapa ia melakukannya. Sebagian orang ada suatu cacat pada giginya, mungkin pada gigi serinya atau gigi yang lain. Cacat tersebut membuat orang merasa jijik untuk melihatnya. Keadaan yang demikian ini dimaklumi untuk membenarkannya. Hal ini dikategorikan sebagai menghilangkan aib atau cacat bukan termasuk menambah kecantikan. Dasar argumentasinya (dalil), Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan seorang laki-laki yang hidungnya terpotong agar menggantinya dengan hidung palsu dari emas, yang demikian ini termasuk menghilangkan cacat bukan dimaksudkan untuk mempercantik diri.”

... Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati kita yang telah lama terkunci ...

like & share semoga bermanfaat 
somemtime in life if you wanna do something good, you got a do something bad first

welcome in my blog♕