Haruskah aku memulainya lagi? Mundur dari setiap langkah yang
selama 2 tahun ini aku pertahankan? Rasanya tidak mudah berjalan sendirian
seperti ini. Aku butuh teman untuk menemaniku melewati semuanya. Membantu agar mataku
ini tetap menatap lurus kedepan dan melupakan segala yang ada di belakang. Aku
butuh teman untuk memberiku pundak saat aku butuhkan untuk bersandar, saat aku
lelah dan merasa butuh tempat untuk berbagi. Aku butuh seseorang untuk berjalan
bersamaku.
Sekarang rasanya aku ingin menyerah, mundur dan berlari lagi
kearahnya. Meski dia tidak mengharapkan aku ada di dekatnya lagi saat ini tapi
aku tetap ingin seperti dulu; bisa
melihatnya walau hanya dari jauh tanpa bisa menyentuhnya.
Sudah 2 tahun sejak hari itu dan 6 bulan setelah akhir dari
pertemuan yang menyedihkan tapi perasaan ini masih tetap sama. Perasaanku yang
tetap sama. Terlalu bodoh untuk dibilang cinta dan terlalu bohong kalau hanya
dikatakan perasaan biasa. Rasanya masih tetap sama seperti 5 tahun lalu saat
pertama kali perasaan ini muncul. Tak ada yang berubah malah semakin dalam.
Melihatnya bahagia dengan orang lain membuatku juga bahagia.
Tapi ada rasa sesak yang mengganjal di hatiku. Rasa sesak ingin juga untuk
membuatnya bahagia bersamaku, memberikan senyum yang saat ini dia berikan pada
wanita yang beruntung itu untukku. Aku ingin merasakannya lagi. Melihatnya
tersenyum dan tertawa bersamanya, lebih lama. Sekarang, jika mengingat itu
semua rasa sesal itu kembali muncul. Menyesal
karna dulu aku tidak punya banyak waktu untuk merasakan bahagia bersamanya.
Sekarang, apa yang harus aku lakukan?