Kamis, 18 Agustus 2016

4 tahun

4 tahun terlewat dengan cepatnya…

4 tahun… Aku menunggumu untuk 4 tahun. Menjadi bodoh dan hanya mampu melihat kearahmu. Mengenyampingkan hal-hal rasional hanya untuk bertahan disisimu walau dari jauh. 4 tahun aku menunggu. 4 tahun aku terdiam. 4 tahun yang kuhabiskan menunggu kamu kembali dengan semua kenangan kita.  4 tahun yang sangat cepat tapi juga menyakitkan.

Taukah kamu bagaimana rasanya? Mengertikah kamu?

Saat kamu berbahagia dengan yang lainnya. Sibuk merajut, memulai kisah baru dengan yang lain, aku hanya tetap terdiam menunggumu disini, berharap nanti kamu bisa melihatku lagi dan kembali. Kamu beberapa kali memang kembali, membuatku bingung namun kamu menjelaskannya lagi dengan pergi tanpa berita. Pergi begitu saja. Aku yang dengan bahagia mengira kalau kamu benar-benar kembali saat itu, terluka lagi. Tidak menyadari walaupun kamu kembali semuanya tidak akan pernah sama lagi. Aku terlalu bodoh untuk berpikir kamu kembali hanya karna pelarian ketika dia tidak bisa ada untuk dirimu. Harusnya aku mendengarkan kata-kata temanku saat itu, untuk menjauh, untuk melupakanmu, bahwa kamu kembali bukan untuk tinggal tapi untuk pergi lagi dan menyadarkanku kalau kamu tidak akan pernah tinggal. Kita tidak akan bersama lagi. Tapi aku terlalu naïf untuk menyadari hal itu, terlalu takut untuk mempercayai perkataan mereka, yang ternyata memang benar adanya.

4 tahun rasanya seperti baru kemarin, seakan cepat namun nyatanya tidak. 4 tahun berlalu kamu tetap tidak kembali. 4 tahun konyol yang kuhabiskan untuk menungguu kamu.


Saat kamu memilih membuka lembaran baru itu, harusnya aku juga melakukan hal yang sama. Saat kamu berpaling dan melangkah maju, harusnya aku juga melakukan hal yang sama. Saat kamu membuang semua kenangan itu, harusnya aku juga melakukan hal yang sama bukan hanya diam ketika melihat kamu berjalan menjauh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

somemtime in life if you wanna do something good, you got a do something bad first

welcome in my blog♕