Jumat, 16 Januari 2015

Haruskah?

Haruskah aku memulainya lagi? Mundur dari setiap langkah yang selama 2 tahun ini aku pertahankan? Rasanya tidak mudah berjalan sendirian seperti ini. Aku butuh teman untuk menemaniku melewati semuanya. Membantu agar mataku ini tetap menatap lurus kedepan dan melupakan segala yang ada di belakang. Aku butuh teman untuk memberiku pundak saat aku butuhkan untuk bersandar, saat aku lelah dan merasa butuh tempat untuk berbagi. Aku butuh seseorang untuk berjalan bersamaku.
Sekarang rasanya aku ingin menyerah, mundur dan berlari lagi kearahnya. Meski dia tidak mengharapkan aku ada di dekatnya lagi saat ini tapi aku tetap ingin seperti dulu; bisa melihatnya walau hanya dari jauh tanpa bisa menyentuhnya.

Sudah 2 tahun sejak hari itu dan 6 bulan setelah akhir dari pertemuan yang menyedihkan tapi perasaan ini masih tetap sama. Perasaanku yang tetap sama. Terlalu bodoh untuk dibilang cinta dan terlalu bohong kalau hanya dikatakan perasaan biasa. Rasanya masih tetap sama seperti 5 tahun lalu saat pertama kali perasaan ini muncul. Tak ada yang berubah malah semakin dalam.


Melihatnya bahagia dengan orang lain membuatku juga bahagia. Tapi ada rasa sesak yang mengganjal di hatiku. Rasa sesak ingin juga untuk membuatnya bahagia bersamaku, memberikan senyum yang saat ini dia berikan pada wanita yang beruntung itu untukku. Aku ingin merasakannya lagi. Melihatnya tersenyum dan tertawa bersamanya, lebih lama. Sekarang, jika mengingat itu semua rasa sesal itu kembali muncul. Menyesal karna dulu aku tidak punya banyak waktu untuk merasakan bahagia bersamanya.

Sekarang, apa yang harus aku lakukan? 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

somemtime in life if you wanna do something good, you got a do something bad first

welcome in my blog♕