Kamis, 16 Mei 2013

Kapal itu adalah hatiku.

Malam ini,seperti malam-malam biasanya.sepi,tanpa kamu.
malam ini pahit,sepahit kopi yang aku rasakan saat ini sebagai peneman malam pahitku.
malam ini sunyi,sesunyi sawah tanpa nyanyian jangkrik dan kodok yang menjadi pemain musik setia setiap malamnya.
Malam ini dingin,sedingin angin yang bertiup dan menusuk kulitku.
malam ini hampa,sehampa kapal yang tak ada nahkodanya yang harus terus berjalan tak terkendali,mungkin sampai hancur di tengah laut karna menabrak karang dan tenggelam atau malah dapat kembali sampai ke tepi pantai dengan tetap kosong atau ada nahkoda lain yang mengendalikannya,sama seperti hatiku Saat kita mengarungi bahtera hati kita.
anggap saja kamu sebagai nahkoda dan aku adalah kapal mu yang siap kau bawa kemanapun,karna aku adalah milikmu.
Bermulai dengan menyalakan mesinku(hati) lalu kemudian kita berlayar.Tak ada lelah untukku saat kamu tetap menjadi nahkodaku,saat ini kita mulai jauh dari tepi,kita hampir sampai ditengah.berhari-hari mengarungi laut milik dewa air,neptunus denganmu adalah kepuasan untukku.
Ditengah perjalanan kita ternyata kamu melihat kapal yang lebih bagus,lebih menarik dan juga lebih ramai,tak kusangka ternyata kamu mudah tersilaukan juga.Akhirnya kamu meninggalkan aku(kapalmu) demi kapal lain yang lebih menarik.
Akhirnya aku sendiri mengarungi laut ini tanpa ada yang mengendalikan aku.Berkali-kali aku terkena badai...sebagian badan kapal mungkin sudah rapuh karna sudah tak terawat dan terlebih lagi terus menerus terombang-ambing oleh ganasnya ombak.tapi aku tetap mengarungi lautan walau tanpa nahkodaku.
Bila saatnya tiba,ada dua kemungkinan yang akan terjadi.
Aku akan hancur menabrak bongkahan karang besar dan kemudian hancur menjadi beberapa bagian dan lalu tenggelam,tapi,andai aku terbuat dari kayu mungkin aku akan lebih lama bisa bertahan tanpa harus merasakan tenggelam,tapi kamu tak membuatku dari itu.kamu membuatku dari besi,walau kelihatannya kokoh dan kuat tapi nyatanya aku mudah tenggelam dalam air.
Kemungkinan lainnya adalah bila saatnya tiba akan ada orang lain yang menemukan aku ditengah lautan ini.Dia akan merawatku dan menjagaku dan bisa menjadi nahkodaku lagi untuk bertepi atau mungkin jika dia nyaman bersamaku dia bisa memiliku.
Pada dasarnya aku memang tidak ditakdirkan untuk bisa memilih.

Cerita tentang kapal ini sama bukan dengan hati kalian?atau hanya hatiku?
Dia perlahan membawa kita pergi dari tepi atau pergi dari kenormalan ketika sedikit demi sedikit batas kenormalam itu sudah habis dan dia melihat orang lain yang lebih dari kita,mereka akan pergi,tanpa pamit.
Karna kita bukan lagi orang normal yang berfikir dengan hati dan logika kita hanya terdiam saat dia tinggalkan itu karna hati kita berkata kita harus menunggunya kembali,karna dia pasti kembali.kita tak lagi berfikir bisa mati karna menunggunnya,sama seperti kapal tadi ada 2 kemungkinan juga yang akan terjadi.
kita mati karna menunggumu kembali atau meneruskan perjalanan dengan orang lain yang dapat mengubah jalur hati kita dari menuju orang baru ini.
banyak kejadian dari apapun yang dapat kita petik hikmahnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

somemtime in life if you wanna do something good, you got a do something bad first

welcome in my blog♕