Minggu, 31 Maret 2013

ini alasannya.

Beginilah valentine.Penuh dengan keromantisan,bunga,coklat,pink and many more.
Setiap pasangan pasti menyukai valentine bagaimana tidak?semua pasangan menjadi sangat romantis pada tanggal ini dengan berbagai kejutan sebisa mungkin mereka membuat hal yang romantis untuk pasangannya masing-masing. berbeda denganku di hari dan tanggal ini aku malah harus melakukan sesuatu yang pasti akan menyakitkan hati pasanganku..
Hari ini aku dan dia sepakat untuk bertemu di cafe ujung jalan kampus kami,ya....cafe itu adalah tempat favorited kami untuk makan siang atau hanya untuk sekedar mengobrol menghilangkan rasa kangen.

aku sibuk mengobrol dengan sabrina teman kelasku sabrina mengajakku ke toko music siang itu berjam-jam kami disana,karna aku dan sabrina sangat senang dengan music kecintaan kami pada musik lebih dari apapun,tiba-tiba sabrina mengagetkanku
" eh,lo bukannya ada janji sama gilang di cafe biasa?"
"duh bi gue lupa,jam berapa sekarang?"aku panik,aku lupa dengan janji yang aku buat dengan kekasihku.
"di jam gue sih jam 1"ucap sabrina polos
"bi sorry ya gue gakbiasa nemenin lo sampe selesai gue ada janji penting sama gilang.sorry yaa". 
belum sempat sabrina menjawab aku lantas keluar dari toko music itu aku langsung menaiki taksi dan melesat membelah jalan menuju cafe tempat ku dan kekasihku janjian.dalam perjalanan aku panik,nafasku mulai agak sesak belum lagi ada hal yang benar2 harus ku katakan pada kekasihku nanti aku benar-benar gugup!15 menit berlalu,kini aku tepat berada di depan cafe yang akan menjadi saksi kejahatanku pada kekasihku.aku benar-benar tak sanggup untuk melakukan ini.
Aku mulai melangkah memasuki cafe itu aku terkejut ternyata sosoknya masih ada disana padahal aku telah telat 3 jam dari jam pertemuan kita.Saat melihat aku disana kamu tersenyum,aku tau dalam senyummu ada kelegaan dari tatap matamu seakan berbicara "akhirnya kamu datang,sayang" tapi dia tidak bisa mengatakan itu karna sebenarnya dia telah kecewa.ya,aku membuatmu kecewa lagi.
Aku duduk di kursi yang tepat ada di depannya,dia meraih tanganku dan mengecupnya dengan hangat dan mesra lalu meninggalkanlku sejenak untuk memesan makanan,itulah dia selalu menyuruhku makan sekalipun aku telah melakukannya sebelumnya.Alasannya adalah "kamu pembohong yg baik,aku gaakan percya kalo soal yang ini" dia selalu mengucapkan itu.dari kejauhan aku melihatnya sibuk dengan nampan ditangannya yg berisi ice cream dan beberapa makanan yang sengaja di pesannya untukku.Ada sedikit ketidak tegaan dalam diriku sebenarnya,aku berniat mengurungkan niat awalku saat itu tapi aku tidak tega kalau dia terus ada dalam lubang kebohongan yang aku ciptakan,membohongi orang setulus dan sebaik dia adalah dosa terberat untukku.
"hey kenapa bengong?"ucapnya menyadarkan lamunanku.. "nih makan dulu ya" lanjutnya dengan meletakan sepiring spageti dihadapanku.
"gilang...kamu kan tau aku gak suka makanan cacing ini"
"yaudah ini dicoba kentang sama burgernya ya,kamu harus makanloh" ucapnya tak mau kalah,sambil menatapku dengan senyum dia menyodorkan kentang2 dan burger itu dihadapanku.
"lang,kita kesini bukan untuk hangout atau kencan" aku mendorong piring yang ada di depanku..
"loh kenapa?akan lebih santai jika kamu sambil makan" gilang mengunyah dengan santai kentang yang ada dipiringnya.
"aku sudah bilang kita kesini untuk membicarakan hal serius,iyakan?stop mengunyak makanan itu lang.aku serius." aku mengambil tangannya dan meletakan sejajar dengan tangaku.
"jadi,apa yang akan kita bicarakan sayang?oiya wait aku ada satu hadiah untuk kamu" dia menunuk tampak sedang mengambil sesuatu.
"ini...." ucapnya.aku menyambut hadiah itu dengan penuh rasa kaget ini pertama kalinya lagi dia memberiku bunga mawar setelah hampir 8bulan hubungan kita berjalan.
ini simbol aku sayang kamu ra,disimpen ya.jangan langsung di buang"dengan polosnya dia mengucakan itu dan mencium keningku tidak peduli pada ramainya pengunjung cafe pada saat itu.ini part yang paling pelik dalam kisahku,Bagaimana bisa aku meninggalkan gilang orang yang tulus dan sebaik gilang dia sangat menyayangiku tapi aku malah harus pergi dari kehidupannya.dia selalu berusaha membuat aku menyayanginya walaupun seringkali aku mematahkan semangatnya dan bilang "aku gak bisa".tapi itu tak jadi alasan apapun untuknya.okey ini makin sulit dengan semua ucapan dia yang makin membuat aku gemeter dengan genggaman tangannya yang hangat dan juga dengan senyum polosnya.aku benar-benar tidak bisa.aku tidak tega kalau aku harus mematahkan senyum itu bahkan senyum itu bisa hilang karna hal yg akan kulakukan beberapa saat lagi padanya.
Gilang berhenti berbicara dan sekarang dia menatapku dengan sangat manis,tangan kirinya masih menggenggam tangan kananku sambil sesekali mengelus2nya."kamu kok diem terus sih ra?" tanyanya.
"kamu udah selesai ngomongnya,sayang?" aku tersenyum padanya,aku berasa memberikan senyumku yang termanis untuknya dan memanggilnya "sayang" mungkin ini yang terakhir kalinya aku memanggilnya dengan sebutan itu.
"ha-ha-ha" tawa renyahnya mengelitik telingaku.entah kapan lagi aku bisa mendengar tawa itu mengalun lagi di telingaku.
"lang,makasih udah buat aku nyaman dan seneng sama semuanya ya.maaf kita gak bisa lanjut lagi .kita sampe sini aja ya,kamu udah jadi yang terbaikkkk bgt buat aku" huh akhirnya ucapan ini,racun yang aku simpan dapat aku keluarkan.
"kamu ngomong apa sih?hahaha eh kamu kayanya makin cantik pake jilbab ini ya aku makin suka deh." gilang mencolek dagu panjangku aku meraih tangannya dan menggenggamnya dengan erat.
"lang,aku serius.ada orang lain." ucapku sambil melihat keatas selain karna aku tak sanggup menatap matanya aku juga menahan bendungan air mataku yang hampir jebol ini.
"aku gak mau terus-terusan nyakitin kamu.kamu terlalu baik untuk orang kaya aku.aku gak pantes disandingi dengan kamu." lanjutku,aku masih mencoba menahan bendungan ini agar tidak tumpah di depannya dan membasahi pipiku walau mataku kini mulai lebih memerah dari keadaan normalnya..
"kamu nih ngomong apasih?aku gak ngerti.kamu yang terbaik buat aku ,kita baik-baik aja kan?ada orang lain?siapa dia?masa lalu kamu lagi?bukannya kamu bilang udah berhasil melupakan dia?" nda bicaranya mulai serius.Aku semakin erat menggenggam tangannya berusaha menahan emosinya.
"dia orang lain.yang datang saat kesibukanmu melandamu dan adanya pengabaian kamu" aku sedikit merasakan ada air yang membasahi tangan,ya itu air mataku...
"kalo ini karna kesibukanku maaf aku tidak akan mengulanginya,maafkan aku yaa" ucapnya mengiba..
oh tuhan aku benar-benar tak tega melakukan itu semua pada pria baik yang ada di hadapanku ini.tatapannya dalam matanya memerah aku tau dia menahan air mata,dia tak mau lagi aku melihatnya meneteskan air mata untuk yang kedua kalinya.
"maaf lang ini bukan masalah "kesibukanmu" saja sebenarnya ini masalah hati juga..bukan kah cinta tak bisa dan tak boleh dipaksa?kamu tau itu kan?maaf" aku sedikit menundukan kepala bertanda bahwa aku sangat menyesal melakukan ini.
"siapa laki-laki itu?teman lamamu?sahabatmu?atau masa lalumu?" tanyanya...
"tidak,dia orang baru.dia yang tidak aku kenal sebelumnya".jelasku sekali lagi,aku menatap mata indah miliknya.daku tatap dalam-dalam bola mata itu aku menemukan pengartian dia seperti berbicara lewat matanya.dia sangat berharap semua ucapanku tadi hanya dusta kebohongan besar yang ku buat untuk membuatnya tertawa diakhir nanti,tapi....tapi ini sungguh terjadi.ini bukan cerita yang benar-benar ada di pikirannya saat ini.aku sendiri sebenarnya sangat ingin tetap bersamanya tetap mencintainya dan benar-benar bersamanya setiap saat tapi aku tidak bisa melakukannya sekarang.jika aku tetap tinggal bersamanya aku akan lebih membuatnya terluka dan aku tak bisa melakukan itu pada orang yang ku cinta.
"aku pulang ya hari sudah sore temanku telah menunggu diluar.terimakasih semuanya ya.kamu jaga diri baik-baik ya.hati-hati nanti nyetir mobilnya kita tetep bisa jadi temen kok" aku tersenyum dan memeluknya dengan sangat erat dan sekali mencium pipi lembutnya.dia membalas pelukanku,aku merasakan air hangat dalam pundakku aku tau dia menangis kala itu aku tau aku telah menyakitinya lagi aku telah membuatnya kecewa lagi tapi percayalah ini untuk kebaikannya nanti.Dia berbisik di telingaku
"cepat pulang,aku tau yang menjemputmu itu orang yang akan menggantikanku nanti,aku akan sangat menyesal melepasmu jika pengorbananku ini tidak juga membuatmu bahagia dengan dia." ucapny lirih
Aku tau banyak mata yang telah memperhatikan kami sejak tadi tapi aku dan gilang berusaha mengabaikan itu semua.Yang aku dan gilang ingin hanyalah perpisahan yang benar-benar membahagiakan dan kami mendapatkan itu.
"bunga itu..jangan dibuang ya tetep disimpen" dia kembali tersenyum dan aku membalas senyumannya dan sesekali memeluknya.pelukan hangat yang mungkin tidak akan lagi kurasakan/
"lang,satu lagi pertanyaanku.kamu kecewa?berniatkah membenci dan melupakanku?." tanyaku sedih.
"aku tak selabil kamu,putus,galau lalu membencinya.keep and touch ya.kita harus tetp jadi temen ya seenggaknya kamu mendapatkan keinginanmu mencintai dan menyayangiku sebagai kakak dan tak ada status yang mengikat kita" matanya semakin memerah...
"gilang....." aku menumpahkan semua air mata yang ku simpan tadi,aku benar-benar membunuh hatinya.aku melukainya..
"tidak apa-apa" dia tersenyum lagi senyum yang sangat manis.
"aku pulang ya,maaf merepotkanmu hari ini.selamat hari jadi hubungan kita yang ke 12,maaf aku menggagalkannya..daah kamu hati-hati dijalan ya" dia mengecup hangat keningku dan kemudian aku pergi meninggalkannya.aku sedikit tergesa2 karna orang tuaku menunggu di parkiran...
2 hari setelah pertemuan itu aku segera terbang ke singapura untuk menjalani sejumlah pengobatan.fonis dokter umurku tidak akan lama lagi oleh karna itu aku tidak ingin membuatnya lebih terluka lagi,aku tau dia akan bahagia setelah kepergianku ini..

yaa semua ini terjadi 14 februari 2013,saat hari valentine dan saat hari jadi hubungan kita yang ke-1 thn,seharusnya:--))

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

somemtime in life if you wanna do something good, you got a do something bad first

welcome in my blog♕